Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arek Malang yang Usil Pasti Sering Ngomong Kata-Kata Ini untuk Pembenaran Kenakalannya

Bayu Mulya Putra • Sabtu, 18 Mei 2024 | 14:09 WIB

 

ilustrasi wanita yang sedang merajuk atau ngambek, bahasa Malangan punya istilah sendiri untuk ekspresi ini
ilustrasi wanita yang sedang merajuk atau ngambek, bahasa Malangan punya istilah sendiri untuk ekspresi ini

MALANG - Istilah ini membuktikan bila Malang punya banyak varian kata-kata.

Istilah njae biasa digunakan untuk menggambarkan orang yang merajuk atau ngambek.

Selain njae, Arek Malang juga biasa menggunakan istilah purik, yang kalau dilafalkan yakni porek.

Sama seperti purik, orang yang njae punya ciri-ciri tertentu.

Seperti sikap acuh.

Biasanya juga digambarkan dengan wajah cemberut.

Contoh kalimat, "isik dadi misteri. Kenopo sing gelek njae kok wong wedok?"

Sejarawan dan Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati mengaku kesulitan mencari asal kata njae.

Menurutnya, kata yang paling mirip dengan istilah itu yakni jahe.

Diketahui, rasa jahe memiliki rasa yang pedas.

”Sebelum orang njae itu kan biasanya menerima kata-kata pedas yang membuatnya tersinggung. Sehingga ada kemiripan njae dan jahe, karena jahe rasanya pedas,” jelas Restu.

Berbeda dengan njae, istilah purik sudah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Artinya di KBBI yakni pergi meninggalkan karena marah. (adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#njae #kamus malangan #bahasa malangan