Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jadi Andalan Pasukan Mberot, Ini Lagu yang Identik dengan Kesenian Bantengan di Malang

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Senin, 20 Mei 2024 | 23:42 WIB
Jadi Andalan Pasukan Mberot, Lagu Santri Pekok Identik dengan Kesenian Bantengan di Malang
Jadi Andalan Pasukan Mberot, Lagu Santri Pekok Identik dengan Kesenian Bantengan di Malang

MALANG - Kesenian bantengan era gen Z di Malang tidak hanya menawarkan keunikan budaya, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbeda dari tradisional, melalui istilah "mberot". 

Istilah ini bukan sekadar kata, melainkan simbol dari semangat dan kebebasan ekspresi yang menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman menonton bantengan di Malang.

Salah satu grup musik yang menonjol dalam menghidupkan istilah mberot adalah Fakedopp, sebuah grup DJ dan karaoke yang sedang populer di kalangan anak muda. 

Baca Juga: Bantengan Mberot Masuk Kota, Ini Jadwal Pertunjukan di Soekarno Hatta Kota Malang pada Mei 2024

Mereka dikenal karena kemampuannya untuk meremix lagu-lagu tradisional yang kini sering menghiasi kesenian Bantengan dengan sentuhan modern.

Salah satu lagu yang menjadi ikon mberot adalah "Santri Pekok", sebuah karya dari Arif Citenk. 

Liriknya mengisahkan tentang perjuangan seorang pria untuk menjadi lebih baik demi mendapatkan hati gadis pujaannya.

Gadis pujaan itu notabene adalah santriwati lulusan pondok pesantren. 

Versi yang paling terkenal adalah yang dibawakan oleh Niken Salindry.

Dia adalah seorang pedangdut muda yang sukses membuat lagu ini viral di media sosial.

Karena, lagu itu berhasil memuncaki tangga views.

Dia membuktikan bahwa daya tarik dan keunikan dari interpretasi musik yang ia bawakan telah berhasil menarik perhatian masyarakat luas.

Tidak hanya di Malang, tetapi juga di berbagai belahan tanah air.

Kehadiran versi dari Fakedopp dan DJ lainnya semakin memperluas jangkauan lagu ini di kalangan anak muda khususnya pasukan mberot di Malang.

Biasanya, ketika alunan musik tersebut ditampilkan, para pasukan mberot akan menampilkan gerakan atau tarian khasnya dengan membawa replika kepala sapi atau banteng.

Dengan demikian, "Santri Pekok" tidak hanya sekadar lagu, melainkan juga simbol dari kesenian Bantengan yang terus berkembang dan menginspirasi generasi muda untuk mengekspresikan diri mereka melalui musik dan seni. (Megan Inez Ayu Sabrina)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#bantengan mberot #malang