MALANG KOTA - Jumlah Juru Sembelih Halal di Malang Raya masih belum sebanding dengan kebutuhan yang ada. Untuk itu Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang bekerjasama dengan Yayasan Prof Haji Mohammad Bisri - SPMHI Menggelar Pelatihan Vokasi dan Assesment BNSP Juleha di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh. Acara tersebut digelar dalam dua sesi yakni pelatihan pra vokasi pada 17 dan 18 Juli, dan Uji Kompetensi BNSP pada 26,27 dan 28 Juli.
Deputi Kepala Perwakilan BI Malang Dedi Prasetyo menyebutkan pelatihan dan sertifikasi Juleha tersebut diharapkan dapat memberikan efek domino pada ekosistem halal di Malang Raya. Untuk itu pihaknya menyeleksi peserta pelatihan yang sudah memiliki usaha berupa peternakan, ataupun pedagang unggas maupun kambing dan sapi. Sehingga nanti dapat langsung dipraktekkan.
“Pelatihan ini nanti akan berpengaruh pada proses-sertifikasi berikutnya,” tuturnya. Saat ini pemerintah tengah menggencarkan sertifikasi halal untuk Rumah Potong Unggas (RPU) maupun Rumah Potong Hewan (RPH). Juleha menjadi salah satu syarat utama untuk mendapatkan sertifikasi tersebut. “Dari situ nanti yang membeli produk daging, misal pedagang bakso, apabila ingin mengurus sertifikasi halal juga mudah. Karena jelas sumber bahan masakannya sudah bersertifikasi halal,” terangnya,
Sehingga Juleha tersebut menjadi hulu bagi ekosistem halal, dan hilirnya pada pelaku UMKM yang semakin mudah mendapatkan sertifikasi halal. “Konsumen dengan adanya label halal juga semakin yakin dan tenang,” imbuhnya. Tak hanya pelatihan tersebut, BI Malang juga gencar memberikan fasilitasi sertifikasi halal bagi RPH maupun UMKM di 7 kabupaten dan kota wilayah kerjanya. Kedepannya pihaknya juga akan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk menggelar kegiatan yang sama.
Sementara itu Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh Prof Dr Ir H Mohammad Bisri MS menyebutkan kendala yang dialami oleh para juru Sembelih untuk mendapatkan sertifikasi adalah biayanya yang cukup mahal sekitar Rp 5 juta per orang. Sehingga pihaknya berusaha menggandeng BI Malang untuk memberi solusi untuk keresahan tersebut. Selain itu pria yang juga merupakan Penasihat Juleha Malang tersebut mengatakan banyak juru sembelih yang tidak tahu bagaimana mendapatkan sertifikasi. “Makanya saat kita buka pendaftaran langsung banyak yang daftar,” imbuhnya,
Ia berharap 30 peserta yang berasal dari Malang Raya tersebut dapat mengikuti pelatihan dengan baik. Sehingga dapat langsung menerapkan ilmunya pada usaha masing-masing. “Pesertanya mulai dari jurusan sembelih unggas, sapi, kambing, dan ada kelinci,” imbuhnya.
*Lebih lanjut Dedy menjelaskan* pada sesi pertama para peserta diberi pelatihan dan arahan dalam menghadapi uji kompetensi Juleha. Kemudian pada sesi kedua peserta baru akan menjalani uji kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). “Penilaiannya tidak hanya dari cara penyembelihan saja, tapi peserta akan dipantau dari mulai cara ibadah kesehariannya,” tuturnya. Sehingga sebelumnya BI sudah menyeleksi para peserta dari awalnya 80 pendaftar, agar kemungkinan lolos uji menjadi besar.
*Di acara ini, Pemkot Malang dan Pemkab Malang serta Pemkot Batu juga ikut berpartisipasi. Mereka mengirimkan perwakilannya untuk menjadi peserta di kegiatan ini. Untuk mengikuti kegiatan ini, peserta tidak dipungut biaya*. (dur/mas)