Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pertamina Patra Niaga Sebut Pertamax Green Terjual 300 Liter Per Hari di 6 SPBU Kota Malang

Bayu Mulya Putra • Kamis, 25 Juli 2024 | 19:25 WIB

 

Photo
Photo

MALANG KOTA - PT Pertamina Patra Niaga resmi meluncurkan produk baru yakni Pertamax Green 95 pada pertengahan 2023 lalu.

Di Malang Raya, ada enam SPBU yang sudah menjual produk ramah lingkungan tersebut.

Setiap hari, rata-rata ada 300 liter Pertamax Green yang terjual. 

Section Head Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Jatim Balinus Taufiq Kurniawan menyebut, penjualan tersebut cukup bagus untuk produk yang baru dikeluarkan.

”Awal tahun lalu masih (dijual di) tiga outlet. Lalu mulai dua bulan lalu ada penambahan tiga outlet lagi,” tutur dia.

Enam outlet  tersebut tersebar di beberapa tempat.

Seperti di Bululawang, Turen, dan Karanglo.

Taufiq menyebut, Pertamax Green 95 tersebut diproduksi untuk melengkapi kekosongan antara produk Pertamax 92 dengan Pertamax turbo 98.

”Oktan 95 belum ada, sedangkan perusahaan SPBU swasta punya,” tuturnya.

Produk tersebut merupakan campuran dari Pertamax 92 dengan 5 persen etanol. 

Taufiq memastikan bila produk Pertamax Green lebih ramah lingkungan.

Sebab, produknya dibuat dengan menyesuaikan dengan teknologi kendaraan yang semakin maju.

Meski animo masyarakat di Malang Raya yang meningkat, pihaknya belum menargetkan penambahan outlet pada tahun ini.

”Mengikuti permintaan saja nanti,” imbuhnya. 

Dari segi harga, Pertamax Green 95 tercatat dibanderol harga Rp 13.900.

Sementara, Pertamax 92 di Provinsi Jawa Timur seharga Rp 12.950.

Sementara itu, terdapat wacana PT Pertamina akan memproduksi Pertamax Green 92, yang merupakan campuran dari Pertalite dengan campuran etanol 7 persen.

Produk tersebut diusulkan oleh Pertamina sebagai pengganti Pertalite pada 2024 ini.

Taufiq menyebut belum ada kepastian terhadap rencana tersebut.

Dia menambahkan, selama 2023 lalu konsumsi Pertalite di Kota dan Kabupaten Malang mencapai 238.600 kiloliter.

Sementara di Kota Malang saja sebanyak 154.160 kiloliter. 

Dia menyebut, konsumsi BBM bersubsidi tersebut masih di bawah kuota yang diberikan oleh pemerintah. (dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#SPBU #Pertamina Patra Niaga #malang #pertamax green