MALANG RAYA – Pemkot Malang dan Pemkot Batu mengumumkan rincian formasi rekrutmen CPNS kemarin (19/8).
Masing-masing perangkat daerah mendapat alokasi berbeda.
Ada juga formasi khusus yang akan diisi penyandang disabilitas.
Pendaftaran dibuka hari ini secara daring melalui laman sscasn.bkn.go.id.
Meski kemarin merupakan jadwal pengumuman seleksi CPNS, namun situs sscasn.bkn. go.id belum bisa dibuka untuk masyarakat umum.
Sampai sekitar pukul 15.30, laman resmi pendaftaran itu belum bisa diakses untuk melihat formasi di setiap lembaga atau instansi.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang Totok Kasianto menjelaskan, formasi paling banyak dibuka untuk Satpol PP.
Baca Juga: Pendaftaran Dibuka, Malang Raya Buka 100 Formasi CPNS
Jumlahnya mencapai 18 orang.
Mereka akan ditempatkan di bidang ketertiban dan pengendalian umum.
Formasi CPNS Satpol PP juga memberlakukan persyaratan minimal tinggi badan.
Untuk pria 160 cm dan wanita 155 cm.
”Syarat tinggi badan dibuktikan dengan surat keterangan dokter rumah sakit pemerintah atau puskesmas,” ujar Totok.
Posisi terbanyak kedua adalah formasi auditor, yakni tujuh orang.
Mereka akan ditempat kan di Inspektorat Pemkot Malang.
Formasi lain yang dibuka antara lain penata perundang-undangan, penata keprotokolan, pengawas trans portasi darat, dan pengelola pengadaan barang dan jasa.
”Perlu diketahui, satu orang hanya bisa mendaftar pada satu jabatan. Jadi tidak bisa memilih dua jabatan,” terang Totok.
Pelamar yang mendaftar seleksi CPNS tahap ini tidak boleh mendaftar untuk seleksi PPPK.
Pendaftar yang melamar dua posisi sekaligus dengan NIK sama akan otomatis gugur.
Terkait aturan baru PPPK boleh mendaftar tanpa mengundurkan diri, Totok menerangkan, mereka harus mendapat izin dari kepala dinas tempat bertugas.
Mereka juga harus memiliki masa kerja minimal satu tahun.
Pemkot Malang juga sudah menentukan siapa saja yang bisa melamar formasi itu.
Pelamar umum diberi jatah 47 formasi.
Kemudian dua formasi diperuntukkan bagi lulusan sarjana dengan predikat cumlaude.
Sementara satu formasi lainnya penyandang disabilitas.
”Untuk formasi lulusan dengan predikat cumlaude hanya diperuntukkan S1. D IV tidak termasuk. Perguruan tinggi pendaftar juga harus tersertifikasi A,” jelasnya.
Sedangkan untuk penyandang disabilitas wajib menyertakan surat keterangan dari rumah sakit terkait tingkat disabilitas yang dimiliki.
Formasi difabel itu akan ditempatkan pada pengelola barang dan jasa.
Baca Juga: 11 Pegawai Pemda Malang Raya Terjerat Pidana, Terbaru Kasus Pungli dan Penipuan Rekrutmen CPNS
Kota batu menyebar di 16 SKPD
Sementara itu, formasi ter banyak rekrutmen CPNS di Kota Batu diperuntukkan bagi tenaga kesehatan.
Jumlahnya sembilan orang.
Dua di antaranya akan ditempatkan di dinas kesehatan.
Kemudian tiga formasi untuk Puskesmas Sisir, dua formasi untuk Puskesmas Beji, dan masing-masing satu formasi untuk Puskesmas Bumiaji dan Puskemas Batu.
”Dari 50 formasi yang dibuka, sembilan di antaranya memang untuk tenaga kesehatan. Sedangkan 41 formasi lainnya untuk tenaga teknis,” kata Kepala Bidang Data, Formasi, dan Jabatan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP SDM) Kota Batu Dian Asmarani.
Satu formasi tenaga teknis juga diperuntukkan bagi tenaga disabilitas yang akan ditem patkan di BKAD.
Ada 16 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang mendapat jatah formasi CPNS tenaga teknis tahun ini.
Di antaranya, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Dinas Kope rasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Dikumperindag), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Pariwisata (Disparta), dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Formasi tenaga teknis paling banyak di buka untuk Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Yakni sebanyak 6 formasi.
”Jumlah formasi yang dibuka di setiap SKPD berbedabeda. Bergantung kebutuhan dan urgensinya,” ungkap Dian.
Bahkan di beberapa SKPD hanya membuka satu formasi saja. Misalnya, Disparta, Dinas Sosial (Dinsos), dan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda).
Menurut Dian, proses seleksi relatif sama dengan tahun lalu yang terdiri dari tiga tahapan.
Mulai dari seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD), dan seleksi kompetensi bidang (SKB).
”Khusus KD itu terbagi atas tiga sub tes. Yakni tes wawasan kebangsaan, tes inteligensi umum, dan tes karakteristik pribadi (TKP),” pungkasnya.
Seleksi PPPK Formalitas
Di bagian lain, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tidak melaksanakan seleksi CPNS tahun ini.
Mereka melakukan penataan tenaga non ASN atau honorer paling lambat Desember 2024.
Karena itu, Pemkab Malang membuka formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk 6.178 orang.
Mereka adalah pegawai honorer yang terdaftar di Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Akan tetapi, hingga kemarin persyaratan dan ketentuan teknis seleksi masih belum diumumkan.
Pemkab masih menunggu ketentuan dari pemerintah pusat.
Kemungkinan sama dengan pelaksanaan rekrutmen PPPK 2023.
“Materinya juga kemungkinan sama. Yaitu kompetensi umum dan teknis,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah.
Berkaca pada pelaksanaan tahun lalu, seleksi PPPK terdiri dari dua tahap.
Meliputi seleksi administrasi dan kompetensi.
Seleksi administrasi dilakukan terhadap dokumen pelamar yang telah diunggah di web resmi Sistem Seleksi CASN.
Sedangkan seleksi kompetensi terdiri atas seleksi kompetensi teknis, manajerial, sosiokultural, dan wawancara.
Kompetensi teknis disesuaikan dengan formasi yang dilamar.
Sebagai contoh, untuk formasi analis investigasi dan pengamanan perdagangan ahli pertama harus menguasai tujuh kompetensi umum dan lima kompetensi khusus.
Kompetensi khusus meliputi pengaturan umum World Trade Organization (WTO), persetujuan antidumping, perjanjian tentang subsidi dan tindakan imbalan, serta persetujuan tentang pengamanan.
Kemudian materi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 34 tahun 2011 tentang tindakan antidumping, tindakan imbalan, dan tindakan penga manan perdagangan harus dikuasai baik pada kompetensi umum dan khusus.
”Khusus PPPK 2024, peserta seleksi pasti lolos dan diangkat sebagai ASN,” kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang itu.
Hal tersebut juga sudah disampaikan Men PANRB Abdullah Azwar Anas.
Bahwa seleksi PPPK hanya formalitas dan 100 persen akan diterima. (adk/dre/yun/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana