Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ekspor Perdana Kubis yang Ditanam Narapidana di Ngajum Malang

Fathoni Prakarsa Nanda • Selasa, 8 Oktober 2024 | 03:30 WIB
CAPAIAN TERBESAR: Petugas Lapas Lowokwaru bersama narapidana peserta program asimilasi memanen kubis manis yang ditanam di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Ngajum, pekan lalu.
CAPAIAN TERBESAR: Petugas Lapas Lowokwaru bersama narapidana peserta program asimilasi memanen kubis manis yang ditanam di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Ngajum, pekan lalu.

KABUPATEN – Aktivitas yang dilakukan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Malang (Lowokwaru) di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Ngajum membuahkan hasil menggembirakan.

Kubis manis yang mereka tanam memiliki kualitas sangat bagus.

Bahkan kini sedang dalam proses ekspor ke Taiwan.

Ada 15 orang narapidana dari berbagai kasus yang dilibatkan dalam kegiatan penanaman kubis manis tersebut.

Total butuh waktu 70 hari untuk menanam kubis manis atau kol hijau hingga siap dipanen.

Setiap selesai menanam hingga merawat kubis, para narapidana harus kembali ke dalam lapas.

Kabid Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Lowokwaru Muhtar mengatakan, kegiatan panen kubis sebenarnya sudah pernah dilakukan sebelumnya.

Namun, tahun ini mereka mencoba menanam bibit kubis manis kualitas ekspor.

”Ternyata hasil nya sangat memuaskan,” ujarnya kemarin (6/10).

Tahun ini pihak Lapas Lowokwaru memang menargetkan ada produk pelatihan kerja yang bisa dilepas ke pasar internasional.

Target itu baru bisa terealisasi dari hasil perkebunan. Kubis-kubis kualitas ekspor sudah di panen pada 3 Oktober lalu.

Saat ditimbang, satu kubis yang dipanen memiliki berat lebih dari dua kilogram. Itu sudah memenuhi standar untuk ekspor atau pasar luar negeri.

Satu petak lahan di sarana asimilasi yang terletak di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum itu bisa menghasilkan kubis sampai memenuhi dua peti kemas.

Saat ini kubis-kubis yang sudah dipanen sedang disimpan di sebuah gudang penyalur produk pertanian.

Dalam waktu dekat akan segera dikirim ke Taiwan.

Pengiriman produk pertanian ke negeri Formosa itu adalah capaian terbesar bagi para napi yang diikutkan dalam Giatja pertanian dan perkebunan.

Muhtar berharap, hasil panen yang memuaskan tersebut bisa diterus kan ke depannya.

”Selain menanam kubis manis, di SAE Ngajum juga ada kegiatan budidaya ikan lele. Tapi belum bisa diekspor,” tandasnya. (biy/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#lapas kelas 1 malang #Ekspor #Narapidana