Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dulu Tempat Latihan Arema, Kini Jadi Area Rawan Kriminal

Bayu Mulya Putra • Sabtu, 9 November 2024 | 01:30 WIB
DULU DAN SEKARANG: Lapangan Sampo sempat menjadi venue gala desa pada 1986.
DULU DAN SEKARANG: Lapangan Sampo sempat menjadi venue gala desa pada 1986.

RADAR MALANG - Kondisi Lapangan Sampo di Jalan Sempu, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen tak banyak berubah.

Dari dokumentasi foto tahun 1990-an, tampak sejumlah bagian tak tertutupi rumput.

Kondisi seperti itu masih berlangsung sampai saat ini.

Meski terkesan sederhana, tempat itu penuh dengan cerita.

Monumen seseorang tengah menendang bola di sudut lapangan sebelah utara menjadi saksi bisunya.

Di bawahnya ada tanda peresmian.

”Dipersembahkan untuk warga Kota Malang oleh Wali Kota Malang Tom Uripan Nitihardjo, 19-2-1987”.

 Di balik monumen tersebut ada logo Tim Persema Malang.

”Dulu di sini memang tempat bertanding beberapa tim internal Persema. Ada Persepo Sampo, PS Dinamo, dan Armada 86,” terang Badrus Suwondo, salah satu tokoh di lingkungan tersebut.

Nama asli lapangan tersebut adalah Lapangan Sempu. Ikut dengan nama jalan di sisi utara lapangan.

Sebutan Sampo merupakan adaptasi dari pelafalan warga sekitar.

Sejak era 1970-an, lapangan tersebut sudah dikenal publik sepak bola Malang.

Terlebih dengan adanya PS Dinamo dan Persepo.

Dulu, Lapangan Sampo hanya berupa tempat terbuka hijau yang biasa dimanfaatkan warga untuk beragam aktivitas.

Selain bermain bola, juga digunakan untuk latihan menyetir, sampai menjadi tempat gantangan burung.

Tidak ada pagar yang menutupi seluruh sisi lapangan seperti sekarang.

Walau seadanya, tempat tersebut pernah menjadi kawah candradimuka sejumlah pemain.

”Ada nama Marianto alias Totok dan Aji Santoso yang dulu sering latihan di sini. Mereka kan sempat (gabung) di Armada 86,” sebut Badrus.

Tim Armada 86 itulah yang menjadi cikal bakal terbentuknya Arema.

Kala itu, mereka bermarkas di Jalan Andalas Tengah, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen.

Namanya sempat berganti menjadi Tim Aremada, sebelum akhirnya menjadi Arema.

”Baru setahun berikutnya, tahun 1987 diresmikan secara legal menjadi PS Arema yang berkompetisi di Galatama,” imbuhnya.

Kala itu, peresmian PS Arema juga dilakukan di Lapangan Sampo.

Pembenahan terhadap lapangan itu sempat dilakukan sekitar tahun 1989.

Itu setelah pengelolaannya di-handle Pemkot Malang.

”Lapangan yang sebelumnya jelek karena sering dipakai gantangan. Akhirnya diberi lapisan tanah lagi. Empat tiang lampu dibangun dan diberikan fasilitas istirahat pemain,” papar eks pemain Persepo Sampo itu.

Perbaikan tersebut tidak dilakukan agar lapangan bisa menggelar pertandingan besar Galatama.

”Di sini memang lebih banyak dipakai Arema untuk latihan persiapan bertanding. Kompetisi internal Persema juga dilaksanakan di sini,” imbuh dia.

Memasuki tahun 2000-an, lapangan itu menjadi sepi aktivitas.

Lapangan bersejarah itu hanya lebih banyak dipakai untuk latihan Sekolah Sepak Bola (SSB) Putera Dewata dan praktik olah raga sekolah.

Seiring berjalannya waktu, kualitas lapangan semakin menurun.

Tak ada lagi perawatan rutin.

Peruntukannya juga tak sejelas dulu.

”Banyak yang kena begal di sekitar lapangan. Juga banyak yang meranjau narkoba. Itu karena area di sekitar itu gelap. Karena itulah jalan di sekitar lapangan kalau pukul 22.00 sudah diportal,” keluh Badrus. (*/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Rawan Kriminal #Area #Arema #tempat latihan