Aditya Novrian• Selasa, 11 Februari 2025 | 00:10 WIB
*SUMBER: DISPANGTAN KOTA MALANG
Dispangtan Dapat Alokasi 600 Dosis dari Disnak Jatim
MALANG KOTA – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak mulai menunjukkan tren penurunan pekan lalu.
Belasan sapi yang terjangkit PMK mulai sembuh (selengkapnya baca grafis).
*SUMBER: DISPANGTAN KOTA MALANG
Sembuhnya sapi tersebut tak terlepas dari vaksinasi yang dilakukan pemkot.
Sejak bulan lalu, petugas turun ke kandang peternak menyuntikkan vaksin PMK.
Pekan ini vaksinasi ke hewan ternak tetap berjalan.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang drh Anton Pramujiono mengatakan, ada ratusan hewan ternak yang akan divaksin.
”Insya Allah pekan ini karena dapat tambahan (vaksin PMK) dari Disnak (Dinas Peternakan) Jatim,” ujar Anton kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.
Anton menyebut estimasi vaksin yang diterima berjumlah sekitar 600 dosis.
Dijadwalkan vaksin tersebut mulai datang besok (11/2) pagi.
Kendati demikian, KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) tetap dilakukan pada peternak.
Terutama peternak yang menemukan gejala awal PMK di sapi.
Misalnya saja luka pada area lidah, gusi, hidung, atau kuku.
Selain itu, air liur yang berbusa, demam tinggi, lesu, penurunan nafsu makan, kaki tidak mampu berjalan, penurunan produksi susu pada sapi perah, hingga hilang kontrol.
Di samping memperhatikan gejala awal, peternak juga harus rajin menjaga kebersihan kandang.
Jika ada sapi yang terjangkit PMK, kandang harus disemprot dengan desinfektan.
Kemudian untuk langkah penanganan sapi yang sakit bisa disampaikan kepada dispangtan.
Peternak juga bisa memberi beberapa obat-obat yang direkomendasikan.
”Ada obat antibiotika, antiradang, antipiretik untuk penurun demam, vitamin, dan obat cacing,” jelas pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut.
Namun untuk penyaluran obat saat ini belum dilakukan lagi.
Pihaknya masih menunggu jika ada peternak yang membutuhkan obat-obatan.
Lebih lanjut, pihaknya belum sampai melakukan pembatasan lalu lintas hewan.
Kecuali jika ada peningkatan kasus yang signifikan atau kondisi lainnya. (mel/adn)