Fathoni Prakarsa Nanda• Senin, 17 Februari 2025 | 18:10 WIB
Ilustrasi pemuda sedang mengerjakan sesuatu di laptop. (Freepik: Kampus)
Hingga Kemarin Belum Mengisi PDSS
MALANG RAYA- Pendaftaran Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) telah bergulir sejak 4 Februari lalu.
Namun, ratusan sekolah memutuskan untuk tidak mengantarkan para siswanya yang masuk kategori eligible untuk menempuh jalur tersebut dengan tidak mengisi pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS).
Semuanya merupakan sekolah swasta yang tersebar di Malang Raya.
Data yang dikumpulkan tim Jawa Pos Radar Malang hingga kemarin menunjukkan, 146 sekolah belum mengisi PDSS.
Kemudian ada 29 sekolah yang tidak selesai melakukan pengisian atau belum sampai pada finalisasi.
Kepala seksi (Kasi) SMA dan PKLPK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu M. Asrofi mengatakan, skema penjaringan siswa eligible tahun ini mengalami perubahan.
Itu setelah dihapusnya kelompok jurusan IPA, IPS, dan Bahasa pada jenjang SMA.
“Penjaringan eligible tahun ini disesuaikan dengan kebijakan masing-masing sekolah,” ungkapnya.
Grafis proses pengisian data sekolah dan siswa. (RIO/RADAR MALANG)
Asrofi mencontohkan, beberapa sekolah telah membagi rumpun kelompok mata pelajaran (mapel) pilihan.
Maka, di setiap rumpun kelas akan disaring sebanyak 40 persen untuk sekolah yang terakreditasi A.
Ada pula yang menjaring siswa secara paralel berdasarkan nilai rapor.
“Namun, pertimbangan SNBP juga dilihat dari dua mapel yang selaras dengan jurusan yang dipilih,” ucapnya.
Selama dinyatakan eligible, siswa berhak memilih untuk melanjutkan atau menghentikan proses verifikasi berkas pada PDSS.
Apabila tidak melanjutkan, maka siswa peringkat di bawahnya berhak mendapat kesempatan untuk menggantikan kekosongan siswa yang mundur.
“Kalau mundur syaratnya harus melampirkan surat pengunduran diri beserta alasannya,” jelasnya.
Asrofi menyebut, setiap tahun masih ditemukan siswa eligible yang mundur sebelum pendaftaran dengan berbagai alasan.
Ada yang beralasan ingin masuk ke sekolah kedinasan, mendaftar TNI-Polri, kuliah di luar negeri, hingga bekerja.
“Misalnya di Kota Batu, jarang siswa yang mau mendaftar SNBP, pasti ada yang mengundurkan diri,” paparnya.
Itu lantaran masih banyak lulusan SMA/SMK yang langsung ingin bekerja.
Mundurnya siswa tersebut perlu dilaporkan pada sekolah.
Tujuannya untuk memberikan kesempatan siswa lain yang belum masuk eligible sebelumnya.
“Paling tidak setiap sekolah ada sekitar 10-12 orang yang mundur,” bebernya.
Ada pula sekolah yang memutuskan tidak mengikuti SNBP lantaran jumlah siswanya minim.
Sebagai contoh di SMKS 17 Agustus Batu dan SMKS Edith Batu yang berstatus belum mengisi PDSS.
Status itu menunjukkan bahwa sekolah memang tidak melakukan pengisian data sejak portal PDSS dibuka.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Kota Batu Anto Dwi Cahyono mengakui ada beberapa siswa eligible yang mundur.
Misalnya di SMAN 1 Batu, dari 166 siswa eligible, ada sebanyak 13 siswa yang mundur.
”Kalau di sekolah saya (SMAN 2 Batu), dari 129 siswa eligible ada 12 siswa yang mundur dan sudah digantikan,” ungkap Kepala SMAN 2 Batu itu.
Mayoritas siswa memilih mundur karena melanjutkan ke sekolah kedinasan.
Sementara sisanya beralasan untuk tidak melanjutkan studi karena bekerja.
“Namun juga ada yang beralasan masalah finansial,” beber dia.
Kekosongan itu segera dialihkan kepada siswa yang memiliki peringkat di bawah siswa eligible.
Dengan begitu, kuota 40 persen setiap sekolah dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.
Anto menjelaskan, hingga kemarin ketuntasan siswa dalam mendaftar SNBP masih belum 100 persen.
Itu terjadi karena banyak siswa eligible masih ragu untuk memilih jurusan.
Karena itu, pihaknya meminta sekolah membantu pendaftaran sesegera mungkin untuk menghindari down server saat penutupan tanggal 18 Februari 2024.
Proses Mendaftar hingga Hari Ini
Di Kota Malang, seluruh sekolah negeri jenjang SMA memastikan bahwa semua siswa eligible mendaftar dalam laman Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).
Termasuk menyelesaikan pengisian data di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) agar siswa bisa mendaftar SNBP.
Sebelum pendaftaran jalur SNBP dibuka, pihak sekolah sudah menyelesaikan empat tahap finalisasi.
Yakni finalisasi kurikulum, eligible, nilai, dan yang terakhir PDSS.
Untuk pengisian PDSS, sekolah diberi tenggat waktu mulai 6 Januari sampai 31 Januari lalu.
Karena banyak sekolah di berbagai daerah yang tidak rampung dalam pengisian PDSS, panitia seleksi memberikan tambahan waktu sampai 7 Februari.
Hingga kemarin, 92 sekolah di Kota Malang berhasil melakukan finalisasi.
Sementara lima sekolah tidak selesai, dan 27 sekolah belum mengisi.
Puluhan sekolah yang tidak rampung melakukan finalisasi PDSS itu karena berbagai faktor.
Misalnya kesulitan sinkronisasi data hingga sekolah yang siswanya ingin melanjutkan kerja.
Yang pasti, untuk sekolah negeri sudah melakukan finalisasi PDSS.
Misalnya SMA Negeri (SMAN) 5 Kota Malang.
Menurut Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 5 Kota Malang Dedi Pambela, tahun ini ada 155 siswa eligible di tempatnya.
Sebelum menetapkan siswa eligible, pihaknya terlebih dulu melakukan survei.
Siswa yang ingin masuk ke sekolah kedinasan tidak akan dimasukkan dalam daftar eligible.
Dia digantikan oleh siswa lain yang memiliki ranking di bawahnya.
“Siswa eligible yang terdata sudah pasti daftar SNBP. Tapi ada juga yang awalnya eligible, tapi ingin melanjutkan sekolah kedinasan dengan. Jumlah empat siswa,” imbuhnya.
Menurut Dedi, sejak pandemi Covid-19 melanda, banyak siswa-siswinya yang enggan mendaftar di PTN luar Kota Malang.
Kebanyakan memilih perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM).
Namun tahun ini mulai banyak yang berani ke luar Kota Malang.
”Kami juga mendorong agar anak-anak segera mendaftar hari ini. Per hari Minggu (16/2) yang belum mendaftar tersisa 46 siswa,” jelasnya. Hal serupa dilakukan SMAN 4 Kota Malang.
Guru Bimbingan Konseling (BK) SMAN 4 Kota Malang Zafifatus Zuhriyah mengatakan, pihak sekolah menargetkan siswa-siswi selesai melakukan pendaftaran pada Minggu sore atau Minggu malam.
Zafifa menyebut ada sebanyak 141 siswa eligible di SMAN 4 Kota Malang. Saat ini sudah ada 112 siswa eligible yang mendaftar SNBP.
”Kami mengimbau agar mereka daftarnya tidak numpuk di satu kampus di Kota Malang saja,” tandasnya.
Pendampingan Sekolah
Sementara itu, jumlah sekolah terbanyak yang belum mengisi PDSS berada di Kabupaten Malang.
Hingga kemarin terdata 119 sekolah.
Ada juga yang sudah mengisi tapi belum selesai mencapai 20 sekolah.
Sementara yang sudah finalisasi sebanyak 168 sekolah.
Sama seperti di Kota Malang dan Batu, sekolah negeri sudah menuntaskan pengisian PDSS.
Yang belum mengisi dan tidak selesai adalah sekolah swasta.
Koordinator Bimbingan Konseling (BK) SMAN 1 Kepanjen Yuni Setyo Utami menyebut, sejak awal, siswa yang dimasukkan ke daftar eligible sudah pasti memiliki minat mendaftar melalui SNBP.
Saat ini, siswa-siswi sudah mulai mendaftar ke PTN pilihannya.
“Siswa-siswi yang eligible daftar semua. Jumlahnya ada 204 anak,” ujarnya kemarin (16/2).
Untuk membantu siswa, pihak sekolah juga sudah memberikan gambaran tentang penyebaran pilihan program studi agar merata.
Tujuannya agar mereka tidak menyerbu satu prodi tertentu.
”Cara itu kami lakukan agar banyak yang diterima,” kata Yuni.
Hal yang sama juga diterapkan oleh SMAN 1 Singosari.
Sebelum proses input data siswa eligible, siswa-siswi akan ditanya terlebih dahulu.
Minat ke PTN melalui jalur SNBP, PTK, atau perguruan tinggi lainnya.
“Kalau yang dari awal mantap kedinasan, ya, mereka sejak awal tidak ikut, lalu diganti dengan ranking berikutnya,” kata Kepala SMAN 1 Singosari Hanik Purbatin Artiningsih. Sehingga, 169 anak yang terdaftar dalam eligible sudah dipastikan ingin diterima melalui jalur SNBP.
Mereka terdiri dari 101 anak jurusan Mipa, 57 anak jurusan IPS, dam 11 anak jurusan bahasa.
“Mereka nanti memilih sendiri jurusannya, begitu pula finalisasinya,” kata Hanik.
Humas SMAN 1 Lawang Mohammad Juzki Arif mengatakan, dari awal sudah memastikan bahwa siswa-siswi yang sudah termasuk dalam eligible harus mendaftar SNBP.
Jika dari awal tidak berminat, harus membuat surat pernyataan untuk mengundurkan diri.
Sehingga dapat digantikan siswa yang memiliki ranking di bawah siswa tersebut.
Jumlah siswa eligible di sekolah tersebut 167 anak.
Pihak sekolah juga mengupayakan supaya siswa eligible tersebut banyak yang diterima.
Salah satunya dengan memetakan jurusan yang dipilih oleh siswa.
“Sebisa mungkin, sekolah mengarahkan jurusan yang tidak sama dengan temannya dan mempertimbangkan ranking,” pungkasnya. (ori/mel/yun/fat)