Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Seremonial HUT di Malang Jadi Sasaran Efisiensi

Fathoni Prakarsa Nanda • Sabtu, 22 Februari 2025 | 18:00 WIB
Dua seremonial HUT di Malang jadi sasaran efisiensi
Dua seremonial HUT di Malang jadi sasaran efisiensi

Pembukaan dan Penutupan Porprov Jatim Tidak Terdampak

MALANG KOTA – Acara seremonial menjadi salah satu pos belanja yang masuk program efisiensi belanja daerah.

Di Malang Raya, tahun ini masing-masing pemerintah daerah memiliki tiga agenda seremonial besar.

Yakni pembukaan dan penutupan Porprov Jatim, perayaan hari ulang tahun (HUT) daerah, dan perayaan HUT RI.

Grafis acara seremonial di Malang Raya dan peluangnya terkena efisiensi
Grafis acara seremonial di Malang Raya dan peluangnya terkena efisiensi

Anggaran untuk seremonial Porprov Jatim dipastikan tidak mengalami pemangkasan.

Agenda seremonial besar yang paling dekat adalah perayaan HUT Ke-111 Kota Malang pada 1 April mendatang.

Tahun lalu ada 24 agenda yang digelar untuk memperingati HUT Ke-110 Kota Malang.

Mulai dari berbagai perlombaan hingga puncaknya berupa pawai budaya pada 27 April 2024.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi memastikan bahwa perayaan HUT Kota Malang tahun ini tetap ada.

Tapi jumlah kegiatannya tidak akan sebanyak dan semegah tahun lalu.

Itu karena ada kebijakan efisiensi belanja daerah.

”Perayaan HUT Kota Malang masih dirapatkan ulang, menunggu keputusan wali kota. Tetapi kemungkinan besar akan terdampak efisiensi belanja daerah,” terangnya.

Efisiensi juga akan dilakukan pada anggaran perayaan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI.

Pemkot Malang memastikan tidak akan ada pawai budaya seperti yang pernah diselenggarakan pada 2023.

”Perayaan HUT RI hanya upacara saja. Disporapar tidak menggelar event lain,” tandas Baihaqi.

Perlakuan berbeda diterapkan pada anggaran pembukaan Porprov Jatim 2025.

Pemkot Malang memastikan tidak ada efisiensi belanja.

Sebab, event tersebut merupakan salah satu program prioritas pemerintah.

Sama seperti pembangunan Parkir Kajoetangan yang tidak terpengaruh oleh efisiensi.

Baihaqi menjelaskan, total anggaran Porprov Jatim tetap di angka Rp 65,5 miliar.

Dari jumlah itu, sebanyak Rp 2,5 miliar digunakan untuk upacara pembukaan.

Meskipun bersifat seremonial, kegiatan itu tidak masuk dalam penyisiran efisiensi belanja daerah.

”Karena menjadi tuan rumah, upacara pembukaan ini kami utamakan. Nanti juga ada bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jatim sebesar Rp 750 juta,” jelasnya.

Dia menekankan bahwa penyelenggaraan Porprov Jatim akan berdampak positif bagi masyarakat Kota Malang.

Perputaran ekonomi bakal meningkat.

Sebab, puluhan ribu atlet, orang tua, dan ofisial akan datang ke Kota Malang.

Hal yang sama dilakukan Pemkab Malang.

Dua agenda seremonial hari ulang tahun diupayakan tetap berjalan, tapi dengan efisiensi anggaran.

Sedangkan anggaran upacara penutupan Porprov Jatim tidak dipangkas.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Malang Zia’ul Haq menjelaskan, efisiensi bukan membatalkan agenda yang sudah direncanakan.

Tapi lebih pada perampingan anggaran.

Misalnya seremonial HUT Ke1.265 Kabupaten Malang yang akan tetap berjalan.

Hanya saja, pelaksanaannya memanfaatkan fasilitas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Yakni Pendapa Agung Kabupaten Malang untuk upacara dan Gedung DPRD Kabupaten Malang untuk paripurna istimewa.

”Mungkin nanti yang dikurangi hanya anggaran untuk makanan dan minuman saja. Anggaran untuk ATK juga diminimalisir. Nilai pengurangan masih akan dibahas Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Banggar DPRD,” ucap Ketua Fraksi Partai Gerindra itu.

Rangkaian kegiatan lain yang terkait dengan HUT Kabupaten akan tetap berjalan.

Terutama yang ber hubungan dengan pening katan ekonomi masyarakat.

Misalnya Kanjuruhan Culture Carnival (KCC) dan Kanjuruhan Bantengan Festival (KBF).

Dua kegiatan tersebut dapat mendatangkan pengunjung dan mampu meningkatkan perputaran uang.

Begitu pula dengan perayaan HUT RI.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, HUT RI hanya dirayakan dengan upacara di Pendapa Agung Kabupaten Malang.

Kemudian dilanjutkan dengan paripurna istimewa di gedung DPRD Kabupaten Malang.

”Kegiatan-kegiatan tetap berjalan seperti biasa. Pemkab nanti hanya kami arahkan untuk mengurangi kegiatan di hotel-hotel dan seremonial lainnya,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang itu.

Sementara itu, seremonial penutupan Porprov Jatim dipastikan berjalan seperti yang direncanakan.

Sejauh ini belum ada rencana efisiensi untuk seluruh kegiatan Porprov.

Termasuk pemeliharaan sarana dan prasarana hingga bonus bagi atlet penerima medali, pelatih, maupun official.

Tak Menyentuh Sektor Wisata

Pemkot Batu juga sedang merumuskan ulang kegiatan yang bersifat seremonial tahun ini.

Seperti peringatan HUT RI, HUT Kota Batu, hingga Porprov Jatim 2025.

Namun, Pemkot Batu memastikan sektor pariwisata tak berdampak besar dengan adanya efisiensi anggaran.

Saat ini Pemkot Batu telah memetakan beberapa agenda selama setahun untuk mendongkrak sektor pariwisata.

Seperti festival seni, parade fashion, hingga event olahraga.

Seluruhnya masuk kalender wisata yang sudah tuntas digarap.

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto menjelaskan, agenda yang bertujuan mengangkat sektor wisata lokal tidak akan ada pengurangan.

Seperti Festival Bantengan, Festival Bunga, dan gelaran wayang.

Kegiatan-kegiatan semacam itu mampu mendongkrak kunjungan wisata dan perekonomian warga.

”Itu sifatnya sangat vital bagi Kota Batu dan kami memperjuangkan keunggulan budaya lokal,” tuturnya.

Onny menambahkan, pendapatan terbesar Kota Batu berasal dari setoran pajak pariwisata.

Seperti pajak hiburan, pajak hotel, dan pajak restoran.

Pihaknya merasa perlu menjaga kualitas wisata melalui penyelenggaraan berbagai event yang menarik.

Jika kunjungan wisata meningkat, setoran pajak akan mengikuti dan bisa untuk menutup anggaran yang terpangkas.

Wakil Ketua II DPRD Kota Batu Ludi Tanarto menambahkan, efisiensi hanya dilakukan pada kebutuhan belanja barang selama kegiatan berlangsung.

Seperti pengurangan estimasi harga satuan makanan dan minuman (mamin), kebutuhan publikasi, hingga percetakan.

”Intinya sebisa mungkin skalanya diperkecil saja, tidak perlu dihilangkan,” lanjutnya.

Misalnya rangkaian HUT Kota Batu.

Jika sebelumnya ada 10 agenda, kemungkinan akan dikurangi jumlahnya.

Perlu dilihat kembali kegiatan apa saja yang paling banyak menarik wisatawan.

Misalnya Batu Art Flower Carnival dan KWB Adventure yang memiliki potensi besar.

Sebisa mungkin dua kegiatan itu dipertahankan.

”Kalau secara seremonial tetap upacara, namun porsi hiburannya akan dikurangi,” jelasnya.

Seperti sebelumnya mengundang artis ibu kota menjadi artis lokal.

Ludi menilai hal tersebut sah-sah saja karena tidak terlalu urgen.

Politisi partai keadilan sejahtera (PKS) itu juga memastikan efisiensi tidak akan dilakukan pada gelaran Porprov Jatim.

Sebab, kegiatan itu dianggap penting untuk menunjang Kota Batu menjadi sport tourism center. (adk/yun/ori/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#porprov #Kota Batu #HUT #Malang Raya #Wisata #Kabupaten Malang #Kota Malang #seremonial