Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Banjir Genangi 13 Titik di Kota Malang Akibat Hujan Lebat dan Drainase Tersumbat

Aditya Novrian • Senin, 17 Maret 2025 | 19:00 WIB

Foto alun-alun Tugu Kota Malang. (SHUTTERSTOCK/AKHMAD DODY FIRMANSYAH)
Foto alun-alun Tugu Kota Malang. (SHUTTERSTOCK/AKHMAD DODY FIRMANSYAH)

RADAR MALANG - Hujan deras yang mengguyur Kota Malang akhir-akhir ini mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami kebanjiran.

Sampai saat ini terhitung 13 titik di Kota Malang terdampak akibat tingginya intensitas hujan yang diperparah oleh sistem drainase yang tersumbat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat menyebabkan peningkatan volume air yang cukup besar.

Namun, air tidak dapat mengalir dengan lancar karena adanya sumbatan di saluran drainase, yang akhirnya membuat air meluap ke jalan.

Baca Juga: Jalur Kereta Stasiun Gubug Kembali Tergenang Banjir, Kereta Mengalami Keterlambatan

“Hujan deras yang menyebabkan debit air meningkat tidak bisa tertampung oleh drainase yang diduga tersumbat, sehingga air meluap ke permukaan jalan,” ujar Prayitno pada Sabtu (15/03/2025).


Berdasarkan data BPBD Kota Malang, banjir melanda dua kecamatan, yakni Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru. Di Kecamatan Blimbing, genangan terjadi di:

Sedangkan di Kecamatan Lowokwaru, banjir terjadi di:

Baca Juga: Rumah Lansia di Kelurahan Bareng Tergenang Banjir

Ketinggian air di kawasan terdampak cukup bervariasi antara 15 hingga 50 sentimeter.

Banjir ini mengakibatkan lalu lintas di beberapa titik mengalami gangguan, meskipun genangan akhirnya surut sepenuhnya sekitar pukul 15.30 WIB.

Sebagai respons terhadap kejadian ini, petugas BPBD telah melakukan pemantauan serta pembersihan drainase di area-area rawan banjir.

BPBD Kota Malang juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir, terutama di wilayah yang memiliki cekungan dengan rentan tergenang.

“BPBD merekomendasikan pembangunan fasilitas penyimpanan air hujan atau Rain Storage Infiltration Facility (RSIF) di lokasi-lokasi rawan banjir untuk mengurangi beban pada sistem drainase,” tambah prayitno.
Baca Juga: 1.497 Warga Tanggulangin Keluhkan Infeksi Kulit, Sudah 10 Hari Banjir Genangi Empat Desa di SidoarjoSelain itu, BPBD Kota Malang mengimbau warga untuk meningkatkan Gerakan Angkut Sampah dan Sedimen (GASS) secara berkala di tingkat RT/RW sebagai langkah pencegahan agar permasalahan banjir yang kerap terjadi setiap tahun dapat diminimalkan.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meperkirakan potensi banjir dengan tingkat menengah hingga rendah di beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur untuk bulan April 2025.

Daerah yang berpotensi terdampak di Kabupaten Malang meliputi Kecamatan Ampelgading, Karangploso, Lawang, Ngajum, Ngantang, Pakisaji, Pujon, dan Wonosari.

Sedangkan di Kota Malang, banjir berpotensi terjadi di Kecamatan Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun. 
Baca Juga: Banjir 3 Meter Tenggelamkan Bekasi!, Mall dan Rumah Sakit Terendam Hingga Pasien di Evakuasi

Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah-langkah mitigasi guna mengurangi risiko banjir di wilayah-wilayah yang telah diprediksi tersebut.(NR)

Editor : Aditya Novrian
#BMKG #Banjir #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)