Badan Zakat Nasional di Malang Raya Perbanyak Penyaluran Zakat Produktif
Fathoni Prakarsa Nanda• Kamis, 20 Maret 2025 | 17:56 WIB
Ilustrasi pemuda sedang memberikan zakat. (Freepik: catalystsuff)
Baznas Juga Beri Pendampingan Usaha
MALANG RAYA - Dana zakat yang dikumpulkan Badan Zakat Nasional (Baznas) di Malang Raya tak hanya disalurkan untuk kebutuhan konsumtif.
Sebagian juga disalurkan untuk pemberdayaan ekonomi atau zakat produktif.
Tujuannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Masing-masing Baznas di Malang Raya memiliki terobosan tersendiri dalam penyaluran zakat produktif.
Di Kabupaten Malang, mereka memiliki tiga jenis pemberdayaan.
Grafis penyaluran zakat untuk pemberdayaan ekonomi.
Yakni dengan membangun Baz Mart, Z Auto, dan pemberian alat bantu kerja.
”Kami membangun warung warung kecil dengan nama Baz Mart. Kami juga membantu pengadaan dagangan sesuai yang dijual warung itu,” ujar Ketua Baznas Kabupaten Malang KH Khoirul Hafidz Fanani kemarin (19/8).
Hingga saat ini sudah ada beberapa Baz Mart yang berdiri.
Seperti di Desa Srigonco dan Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
Setiap minggu para pengelola Baz Mart itu mendapat pendampingan dari baznas.
Tahun ini Baznas Kabupaten Malang menargetkan pembangunan sekitar 100 unit Baz Mart.
Masing-masing unit dijatah Rp 5 juta sampai Rp 6 juta.
Jika ditotal, sekitar Rp 500 juta hingga Rp 600 juta dana hasil zakat akan dimanfaatkan untuk membuat tempat usaha itu.
”Rp 2,5 juta untuk pembangunan warung, sisanya untuk pemenuhan barang-barang dagangan,” imbuhnya.
Terobosan lainnya adalah membantu bengkel-bengkel kecil menggunakan dana zakat.
Program itu dinamakan Z Auto.
Dana yang diberikan sekitar Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per bengkel.
Tahun ini targetnya sekitar 25 unit.
“Lokasinya nanti di titik-titik yang sekiranya perlu dibantu. Pokoknya dari keluarga duafa,” kata Hafidz.
Sementara itu, program pemberian alat bantu kerja sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.
Bentuknya bermacam macam.
Seperti rombong bakso motor, rombong bakso dorong, hingga gerobak cilok.
Tahun ini targetnya sekitar 250 alat kerja dibagikan ke keluarga prasejahtera.
Sebagai contoh, pada 13 Februari lalu Baznas Kabupaten Ma lang mendistribusikan bantuan enam alat kerja di Kecamatan Tajinan.
Terdiri dari tiga unit rombong bakso dorong, dua unit rombong bakso sepeda motor, dan satu unit rombong cilok.
Untuk mempermudah pembayaran zakat, pihaknya juga melakukan sejumlah inovasi.
Muzakki atau orang yang berzakat bisa transfer melalui nomor rekening baznas dengan mengirimkan bukti transfer ke kontak yang tersedia.
Hasil pengumpulan zakat itu dapat dilihat di Sistem Manajemen Informasi Baznas (Simba).
Bantu Lepas dari Rentenir
Baznas Kota Malang juga memiliki program andalan penyaluran zakat untuk pemberdayaan masyarakat.
Salah satunya adalah Z-Qardh yang juga menjadi unggulan pemberdayaan ekonomi.
Bentuk nya berupa bantuan modal usaha tanpa bunga.
Biasanya Z-Qardh dimanfaatkan oleh warga yang terjerat rentenir.
”Alhamdulillah sudah banyak yang terlepas dari rentenir dengan memanfaatkan Z-Qardh,” kata Wakil III Bagian Perencanaan, Pelaporan, Pengelolaan Baznas Kota Malang Sulaiman.
Total aset Z-Qardh hingga 2025 sudah mencapai Rp 600 juta.
Angka itu merupakan jumlah dari simpanan maupun pinjaman nasabah.
Baznas Kota Malang juga telah membuka Z-Qardh di tujuh masjid Kota Malang.
”Z-Qardh merupakan koperasi syariah. Semakin banyak perolehan ZIS, program ini bisa dinikmati masyarakat lebih luas,” tutur Sulaiman.
Program lain yang dijalankan adalah pemberian alat bantu kerja.
Tahun lalu Baznas Kota Malang telah memberikan gerobak gratis kepada 15 pelaku UMKM.
Dengan peningkatan ekonomi melalui zakat yang sudah dilakukan kepada masyarakat, Sulaiman meminta ASN Pemkot Malang lebih peduli terhadap pembayaran ZIS.
Apalagi ASN sudah mendapat gaji yang layak, seharusnya menyisihkan 2,5 persen untuk zakat.
”Untuk laporan pengelolaan dana zakat bisa langsung mengunjungi Simba. Per bulan kami juga melaporkan distribusi ZIS melalui Instagram Baznas Kota Malang,” papar Sulaiman.