Malang – Bulan Ramadan adalah waktu penuh berkah, di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.
Selain berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah lain, salah satunya adalah berzikir.
Amalan ini terlihat sederhana, tetapi memiliki makna yang mendalam bagi kehidupan spiritual seorang Muslim.
Berzikir adalah bentuk penghambaan kepada Allah SWT, mengingat-Nya di setiap waktu, serta memohon ampunan dan ridha-Nya.
Baca Juga: Amalan Utama di 10 Malam Terakhir Ramadan untuk Mencari Lailatul Qadar
Di bulan Ramadan, zikir menjadi semakin istimewa karena dapat dilakukan di waktu-waktu mustajab, seperti menjelang berbuka puasa, saat sahur, setelah salat, atau ketika menjalani ibadah malam.
Lafaz Zikir dan Doa Keampunan
Salah satu zikir yang dapat diamalkan selama Ramadan adalah sebagai berikut:
أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلاَّ اللّه، أَسْتَغْفِر ُ اللّه، أَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ
Latin:
Asyhadu an lā ilāha illallāh, astaghfirullāh, as’aluka ridhāka wal-jannah, wa a‘ūdzu bika min sakhathika wan-nār.
Baca Juga: Jangan Cuma Rebahan! Ini 5 Amalan Sunnah Saat Ngabuburit di Ramadan yang Bikin Pahala Mengalir Deras
Artinya:
"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Aku memohon ampunan Allah. Tuhanku, aku memohon ridha dan surga-Mu. Aku juga berlindung kepada (rahmat)-Mu dari murka dan neraka-Mu."
Setelah membaca zikir ini, dianjurkan untuk melanjutkannya dengan doa keampunan berikut:
اَلَّلهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Latin:
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī.
Artinya:
"Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai ampunan, maka ampunilah aku."
Keutamaan Berzikir di Bulan Ramadan
Menjelang berbuka puasa dan saat sahur adalah waktu-waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir. Momen menjelang berbuka merupakan waktu yang mustajab, di mana doa seorang Muslim memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Baca Juga: Hukum Memakai Softlens Saat Puasa Menurut Islam, Sah atau Batal?
Begitu pula dengan waktu sahur, yang termasuk dalam sepertiga malam terakhir, saat yang paling utama untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.
Selain memiliki nilai ibadah, zikir juga memberikan ketenangan jiwa. Mengucapkan kalimat-kalimat pujian kepada Allah dapat membawa kedamaian dalam hati dan pikiran, serta menjauhkan diri dari rasa gelisah.
Di tengah kesibukan dunia, Ramadan mengajarkan umat Islam untuk meluangkan waktu sejenak guna merenung, memperbanyak istighfar, dan kembali kepada Allah SWT.
Dengan membaca zikir ini secara rutin, seseorang semakin didekatkan dengan keberkahan Ramadan. Selain itu, zikir menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas ibadah, terutama di malam-malam terakhir bulan suci ini.
Baca Juga: Puasa: Ibadah Langsung kepada Allah yang Tidak Boleh Disia-siakan
Kesempatan Meraih Ampunan di Bulan Ramadan
Ramadan bukan sekadar bulan untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi kesempatan besar untuk memperbaiki diri. Sebagai bulan yang penuh pengampunan, umat Islam dianjurkan untuk memohon ampunan dengan sungguh-sungguh.
Zikir ini menjadi salah satu amalan yang dapat diamalkan untuk meraih ampunan-Nya. Dengan memperbanyak istighfar, seseorang dapat berharap agar segala dosa-dosanya dihapuskan, serta diberikan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadan berlalu.
Oleh karena itu, jangan sampai bulan Ramadan berlalu tanpa kita memanfaatkan momen berharga ini untuk berzikir dan berdoa.
Sebab, setiap kalimat yang terucap dalam zikir bukan hanya membawa pahala, tetapi juga menjadi pengingat agar selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, membuka pintu keberkahan, dan membawa ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (afh)
Editor : A. Nugroho