KABUPATEN – Upacara rutin Jalanidhipuja kembali digelar ribuan umat Hindu di Pantai Balekambang, Kabupaten Malang. Upacara yang digelar untuk menyambut Hari Raya Nyepi 1947 Saka itu diikuti sekitar 6.000-an umat Hindu.
Selain dari Malang Raya, mereka juga datang Lumajang, Blitar, dan Pasuruan. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Malang Isthiana SAg menyampaikan, upacara Jalanidhipuja itu juga jadi rangkaian dari Melasti.
Dalam upacara itu, para umat Hindu itu melarungkan sesaji ke laut.
”Setelah upacara Jalanidhipuja, akan dilanjutkan dengan upacara Tawur Agung atau Tawur Kasanga yang akan dilaksanakan pada satu hari sebelum Nyepi. Yakni pada hari Jumat (28/3) mendatang,” ucap Isthiana.
Baca Juga: Mendekati Hari Raya Nyepi, Umat Hindu Mulai Siapkan Ogoh-Ogoh di Wagir Kabupaten Malang
Kegiatan lanjutan itu bertujuan untuk mengusir keburukan dari lingkungan sekitar. Karena itu, pelaksanaan Tawur Agung akan dilanjutkan dengan pawai ogoh-ogoh yang berwujud butha Kala atau simbol kejahatan. Ogoh-ogoh tersebut akan diarak keliling desa, kemudian dibakar.
”Kemudian dilanjutkan dengan brata penyepian. Besoknya (30/3), ada upacara Ngembak Geni yang dilaksanakan di Candi Badut,” kata dia.
Upacara Ngembak Geni menandakan bahwa rangkaian Hari Raya Nyepi telah berakhir. Dalam acara tersebut, sekalian dilakukan dharma santi atau jika dalam Islam seperti halal bihalal.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Malang Lathifah Shohib menyebut, upacara itu diharapkan dapat menumbuhkan rasa syukur kepada Tuhan.
Baca Juga: Perayaan HUT di Balai Kota Malang Digelar Sederhana
Dia juga mengajak seluruh umat Hindu untuk dapat menjadikan seluruh rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi sebagai momentum untuk refleksi diri. Upacara itu juga bermakna bahwa masyarakat harus hidup selaras dengan alam dan menjaga keseimbangan.
”Kami berharap, keseimbangan hidup antara kita dengan alam supaya benar-benar dijaga,” ucap dia.
Terkait dengan fasilitas wisata, dia menyebut, masih banyak hal yang menjadi perhatian pemkab. Utamanya prasarana jalan dan fasilitas di tempat wisata. Contohnya seperti toilet.
”Kami kan mau promosi destinasi wisata, kalau layanan publiknya belum bagus kan malu. Karena itu, rencana perbaikan jalan, akan dimasukkan dalam anggaran 2026. Kalau memungkinkan ada perubahan, diupayakan tahun ini,” pungkasnya. (yun/by)
Editor : Aditya Novrian