KEPANJEN – Hampir semua pasar tradisional di Kabupaten Malang membutuhkan perbaikan. Dari 34 pasar tradisional dan 16 pasar hewan, tahun lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memperbaiki 12 pasar. Kemudian tahun ini ditambah 19 pasar lagi.
Perbaikan membutuhkan biaya sekitar Rp 3 miliar. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Muhammad Nur Fuad Fauzi mengatakan, dua pasar di antaranya yakni Pasar Dampit dan Pasar Kepanjen. Dua pasar itu banyak dikeluhkan masyarakat karena bocor. Ketika musim hujan jalanan menjadi becek, sehingga membuat pengunjung tidak nyaman.
“Sesuai wewenang kami, yang diperbaiki nanti atap yang bocor dan saluran (talang) airnya,” ucap Fuad ditemui beberapa waktu lalu.
Selain pasar rakyat, dia mengatakan, perbaikan juga menyasar pasar hewan. Sebab, dia menyebutkan, masih banyak pasar hewan yang lantainya masih tanah. Sehingga saat hujan menjadi berlumpur. Namun dia tidak menghafal titik-titik lokasinya.
Baca Juga: Renovasi Pasar Besar Malang Berjalan Dua Tahun
“Masing-masing pasar nanti dapat anggaran berbeda-beda. Ada yang Rp 100 juta, ada juga yang Rp 150 juta. Total anggarannya sekitar Rp 3 miliar,” ucap pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Dia mengatakan, perbedaan anggaran menyesuaikan kondisi kerusakan pasar. Semakin parah kerusakan pasar tersebut, lanjutnya, anggaran yang diberikan juga semakin besar. Perbaikan pasar pun untuk mendukung salah satu program Pemkab Malang, yakni gerakan Ayo Kembali Belanja di Pasar Rakyat.
Program tersebut berorientasi memberdayakan pedagang, termasuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Terlebih, di era digital ini banyak konsumen yang beralih ke marketplace daring.
Sehingga, banyak yang meninggalkan pasar rakyat. Terbukti di beberapa pasar banyak kios yang tutup. Fuad mencontohkan, seperti di Pasar Dampit, sekitar 30 persen kios masih tutup.
Baca Juga: Perbaikan Jalan Pasar Dampit Diusulkan Tahun Ini
“Keluhan masyarakat kan belanja di pasar tradisional murah tetapi becek. Kalau beceknya dikurangi, jadi gerakan belanja kembali di pasar setidaknya bisa diwujudkan,” kata Fuad.
Terpisah, Kepala Unit Pengelola Pasar Daerah (UPPD) Pasar Dampit Saiful Anam menyebut, pihaknya memang akan menerima perbaikan pasar tahun ini. Sebab, dari keluhan para pedagang, terdapat beberapa spot yang atapnya masih bocor.
“Kami menerima anggaran perawatan Rp 500 juta. Setelah Lebaran kami upayakan terealisasi,” pungkasnya.
Dia berkomitmen akan mengawal proses pembangunan, sehingga hasilnya maksimal. Setelah dibangun nanti, dia berharap, pembeli di Pasar Dampit akan semakin ramai. Dengan demikian, omzet pedagang juga ikut meningkat seiring perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) pasar. (yun/dan)
Editor : Aditya Novrian