Malang - Setiap Lebaran, ada satu pemandangan yang tak pernah absen: foto OOTD (Outfit of The Day) bertebaran di media sosial. Dari gamis serasi sekeluarga hingga batik eksklusif, semua berlomba-lomba tampil maksimal. Tradisi membeli baju baru memang sudah ada sejak dulu, tapi kenapa sekarang rasanya makin identik dengan ajang pamer?
Dulu Simbol Kesucian, Sekarang Ajang Gaya?
Baju baru di hari raya awalnya melambangkan kesucian setelah sebulan berpuasa. Anak-anak selalu antusias menunggu momen ini, sementara orang tua ingin memberikan yang terbaik bagi keluarga. Namun, seiring waktu, tren fesyen ikut berkembang, menjadikan Lebaran tak sekadar perayaan spiritual, tapi juga momen untuk tampil menawan.
Kini, memilih outfit Lebaran bisa jadi seribet menentukan menu opor dan ketupat. Warna apa yang lagi tren? Model apa yang harus dipakai? Pertanyaan-pertanyaan ini mulai muncul jauh sebelum Idulfitri tiba.
Baca Juga: Rahasia Cara Pilih Outfit yang Bikin Kulit Cerah di Hari Lebaran, Wajib Coba!
Media Sosial dan Fenomena Foto Wajib
Dulu, orang cukup mengenakan baju terbaik untuk silaturahmi. Sekarang, ada satu kebiasaan baru: foto dan unggah ke media sosial. Rasanya sayang kalau baju yang sudah dipilih dengan hati-hati tidak diabadikan, kan?
Selebriti dan influencer juga ikut memperkuat tren ini. Mereka membagikan potret Lebaran dengan busana serasi, lengkap dengan latar rumah mewah atau spot Instagramable. Tidak heran jika banyak orang ikut-ikutan, ingin tampil sama kece dan stylish.
Batas Tipis Antara Gaya dan Gengsi
Pamer outfit sebenarnya sah-sah saja, selama itu menjadi bentuk ekspresi diri dan bagian dari kebahagiaan. Tapi, kalau sampai merasa harus selalu tampil lebih dari yang lain, bisa jadi ada unsur gengsi di dalamnya.Beberapa orang rela merogoh kocek dalam-dalam demi baju dari brand ternama, bukan sekadar karena suka, tapi agar terlihat lebih eksklusif. Padahal, esensi Lebaran bukan di situ.
Baca Juga: Toko Outfit Cewek di Malang, Gaya Kece Harga Terjangkau
Lebaran, Momen Kebersamaan Bukan Sekadar Busana
Tidak ada yang salah dengan tampil rapi dan modis saat Lebaran. Namun, jangan sampai sibuk memilih baju hingga lupa makna sesungguhnya: kebersamaan, maaf-memaafkan, dan merayakan kemenangan setelah Ramadan.
Pada akhirnya, baju baru memang menyenangkan, tapi yang lebih penting adalah hati yang baru—bersih dari rasa iri, dendam, dan gengsi. Jadi, mau pakai outfit apa pun, yang paling penting tetap senyum yang tulus! (afh)
Editor : Aditya Novrian