Malang - Lebaran selalu identik dengan makanan khas seperti ketupat, opor ayam, rendang, hingga berbagai kue kering.
Saat Hari Raya, semua makanan ini disantap dengan lahap. Tapi setelah Lebaran lewat, ada satu fenomena menarik: orang-orang justru mulai mencari makanan yang berbeda. Dan anehnya, yang dicari bukan lagi ketupat atau opor!
Hari pertama Lebaran, ketupat dan opor ayam terasa begitu nikmat. Hari kedua, masih enak. Hari ketiga? Mulai terasa sedikit membosankan. Dan di hari-hari berikutnya, banyak orang mulai mencari alternatif makanan lain.
Fenomena ini hampir terjadi setiap tahun. Setelah berhari-hari menyantap makanan bersantan dan penuh rempah, lidah mulai mencari sesuatu yang lebih ringan dan segar.
Baca Juga: Rekomendasi Makanan Enak di Dekat Stasiun Kota Baru Malang
Beberapa orang mulai mendambakan makanan berkuah bening seperti soto, sup ayam, atau bahkan mi instan yang rasanya sederhana. Ada juga yang langsung ingin makan sesuatu yang pedas dan segar seperti rujak atau pecel.
Selama Lebaran, pola makan banyak orang berubah drastis. Biasanya, sarapan cukup dengan roti atau nasi goreng, tapi saat Lebaran, pagi-pagi sudah disambut dengan lontong sayur atau rendang. Biasanya, makan malam cukup dengan lauk sederhana, tapi saat Lebaran, meja penuh dengan makanan berat.
Setelah perayaan selesai, tubuh mulai ‘protes’. Banyak yang merasa kembung atau enek karena terlalu banyak mengonsumsi makanan bersantan dan manis. Inilah saatnya makanan-makanan favorit sehari-hari kembali dicari.
Gorengan sederhana seperti tahu isi atau bakwan mendadak terasa lebih nikmat. Bahkan, ada yang langsung rindu dengan nasi padang atau makanan rumahan seperti tempe goreng dan sambal.
Baca Juga: Lezat dan Terjangkau! 3 Kuliner Favorit di Mergosono yang Bikin Ketagihan
Selain makanan, minuman juga mengalami perubahan setelah Lebaran. Saat Hari Raya, es teh manis, sirup, atau minuman bersoda sering menjadi pilihan utama. Tapi setelah beberapa hari, banyak orang mulai merasa haus dengan sesuatu yang lebih menyegarkan—air putih dingin terasa jauh lebih nikmat dibanding segelas sirup merah.
Tak jarang, ada yang mulai mencari minuman sehat seperti infused water atau jamu kunyit asam untuk ‘menetralisir’ tubuh setelah terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak.
Fenomena ini menunjukkan bahwa setelah pesta makanan besar, lidah dan tubuh kita akan kembali mencari keseimbangan. Bukan berarti makanan Lebaran tidak enak, tetapi setelah beberapa hari, kita tetap akan kembali ke makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari.
Jadi, jangan heran kalau setelah Lebaran, warung soto, tukang bakso, dan penjual rujak justru ramai pembeli. Karena ternyata, setelah ketupat dan opor berlalu, lidah kita tetap punya selera yang tidak bisa ditawar! (afh)
Editor : Aditya Novrian