MALANG RAYA – Lonjakan kendaraan saat arus balik terus meningkat.
Mayoritas berada di jalur-jalur wisata dan jalur keluar Malang.
Di Malang barat misalnya, lonjakan arus lalu lintas terlihat di jalur menuju wisata Santerra De Laporte, Ngantang.
“Saat ini, kepadatan kendaraan mayoritas ada di jalan yang tujuannya ke luar Malang,” ujar Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang Ipda Andi Agung kemarin.
Tolok ukur utamanya dari jumlah kendaraan yang masuk gerbang tol Singosari.
Berdasar data satlantas polres malang, rata-rata ada 1.500 kendaraan per jam yang keluar Malang.
Kebanyakan menuju Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Sedangkan kendaraan keluar dari tol Singosari mencapai 1.300 unit per jam.
Kondisinya tidak jauh berbeda dengan gerbang lain di tol Lawang dan Pakis.
“Sementara kepadatan di jalur arteri hanya terjadi di dua wilayah, yaitu Malang selatan dan Malang utara,” lanjut Andi.
Di bagian Malang Utara, kepadatan kendaraan terus terjadi di simpang empat Kepuharjo dan simpang tiga Masjid Kembar Karangploso.
Antrean kendaraan mencapai lebih dari 500 meter.
Lalu untuk Malang selatan, dia mengatakan, kepadatan kendaraan terjadi di dua titik. Yaitu simpang tiga Slorok Sumberpucung dan simpang tiga Bendo, Kecamatan Pakisaji.
Khusus di Malang selatan, kendaraan yang melintas mayoritas masih dengan tujuan wisata dan silaturahmi.
Terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Willy Deni Permana memaparkan, puncak arus mudik diprediksi dua hari, yakni kemarin (6/4) dan hari ini (7/4).
Untuk itu kemungkinan kepadatan arus lalu lintas masih berlanjut hingga hari ini.
“Untuk saat ini peningkatan kendaraan sudah dua kali lipat dibandingkan hari biasa,” pungkas Willy.
Nuansa arus balik juga terlihat di stasiun Kepanjen.
Warga Bumi Kanjuruhan yang sudah menghabiskan waktu libur Lebaran berbondongbondong kembali ke perantauan.
Tidak sedikit yang menggunakan transportasi massal seperti kereta api.
Di stasiun Kepanjen kemarin (6/4), sekitar 2 ribu penumpang berangkat menggunakan kereta api (KA). Selama Lebaran ini, Stasiun Kepanjen melayani 18 pemberangkatan KA Jarak Jauh (KAJJ).
Terdiri atas empat KA tujuan Jakarta.
Yakni KA Gajayana, KA Majapahit, KA Brawijaya, dan KA Matarmaja.
Sedangkan KA tujuan MalangBandung adalah KA Malabar. Juga ada KA Kertanegara tujuan Malang-Purwokerto dan KA Malioboro Ekspres tujuan Malang-Yogyakarta.
Di Kepanjen juga melayani pemberangkatan 10 KA lokal atau dalam provinsi.
Yaitu KA Penataran / Dhoho dengan rute Surabaya Kota - Malang - Blitar - Kertosono - Surabaya Kota.
Kepala Stasiun (KS) Kepanjen Koirul Anam mengatakan, angka 2 ribu penumpang itu adalah yang jumlah keseluruhan pengguna KA dari dini hari sampai siang hari.
“Penumpang di sini didominasi di KA Lokal, KA Penataran / Dhoho. Untuk hari ini lebih banyak yang turun di sini,” kata dia.
Untuk KA lokal atau jarak dekat dan menengah ada 744 penumpang dengan tujuan Blitar, Kertosono, dan Surabaya.
Penumpang tujuan Kepanjen dari luar daerah dalam provinsi terdata 776 orang.
Sementara KAJJ ada 329 penumpang yang naik kereta dengan tujuan Jakarta (Pasar Senen dan Gambir), Bandung, dan Purwokerto.
Sedangkan angka penumpang dari luar Kabupaten Malang tujuan Kepanjen ada 263 orang.
Total ada 2.112 pengguna KA kemarin.
Anam menyebut, arus balik yang benar-benar ramai terjadi pada Sabtu lalu (5/4).
“Total penumpang naik pada 5 April lalu ada 1.256 ke luar Kepanjen. Sementara yang turun di sini 1.207 orang,” sebut dia. (aff/biy/dan)
Editor : A. Nugroho