KEPANJEN – Kasus kecelakaan di Bumi Kanjuruhan yang melibatkan truk cukup besar. Dalam kurun sebulan, yakni Maret 2025, Satlantas Polres Malang mencatat 10 kali kecelakaan truk vs sepeda motor.
Dua kejadian di antaranya berujung fatal, korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Kecelakaan fatal terakhir terjadi di Desa Gedogwetan, Turen pada 16 Maret lalu. Kala itu, A. Hilmih, 19, mengendarai sepeda motor Yamaha Alfa tanpa pelat nopol.
Warga Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi melaju dari arah Gedogwetan menuju Talok, Kecamatan Turen. Diduga kendaraan terlalu haluan ke kanan, sehingga bertabrakan dengan dump truk merek Mitsubishi nomor polisi (nopol) N 8742 EQ dari arah berlawanan.
Truk tersebut dikemudikan oleh Prasetyo, 41, warga Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe). Pengendara motor tersebut kehilangan nyawanya seketika di lokasi kecelakaan.
Baca Juga: Jaga Stamina saat Mudik, Menkes Imbau Istirahat Rutin Setiap 5 Jam untuk Menghindari Kecelakaan
“Diduga pengendara motor tidak melihat kendaraan dari arah berlawanan,” ujar Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Malang Ipda Samsul Khoirudin.
Kecelakaan di Gedogwetan itu merupakan satu di antara 10 kecelakaan yang melibatkan truk.
“Selama April belum ada lagi kejadiannya yang melibatkan truk,” imbuhnya.
Dua di antaranya menyebabkan orang kehilangan nyawa. Sisanya hanya menyebabkan korban luka dan kerugian material.
Dari hasil olah TKP dan penyelidikan polisi, kesalahan ada di pengendara sepeda motor. Hal itu dibuktikan dengan penyebabpenyebab kecelakaan.
“Rata-rata kalau tidak pengendara kehilangan konsentrasi ya mengantuk saat berkendara. Tapi ada juga karena kendaraan yang salah posisi parkir,” ucap Samsul.
Salah parkir yang dimaksud adalah kendaraan roda dua yang diparkir di badan jalan dan posisinya kurang menepi.
Lalu kendaraan tersebut disambar truk yang melaju cukup kencang. Mantan KBO Satlantas Polres Malang itu mengimbau agar pengendara lebih berhati-hati di jalanan. Termasuk memperhatikan posisi parkir bila di tepi jalan. (biy/dan)
Editor : Aditya Novrian