Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gaung Porprov Masih Sepi, Puguh DPRD Jatim Minta Sosialisasi Digenjot

Indra Andi • Rabu, 16 April 2025 | 15:59 WIB
Puguh Wiji Pamungkas Meninjau salah satu venue dan tempat pembukaan Porprov di Stadion Gajahyana Malang
Puguh Wiji Pamungkas Meninjau salah satu venue dan tempat pembukaan Porprov di Stadion Gajahyana Malang

MALANG – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur ke-IX bakal digelar di Malang Raya pada 28 Juni–5 Juli 2025. Namun, kurang dari tiga bulan menjelang pelaksanaan, gaung ajang olahraga dua tahunan itu dinilai masih minim.

Hal itu disorot anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas. Legislator dari Fraksi PKS itu mendorong agar sosialisasi Porprov segera digencarkan.

“Event ini besar, anggaran negara yang digelontorkan juga tidak kecil. Tapi di lapangan, masyarakat masih banyak yang belum tahu,” kata Puguh saat dikonfirmasi, Sabtu (12/4).

Masukan itu disampaikan Puguh dalam rapat koordinasi Porprov di Bakorwil Malang, Kamis (10/4) lalu. Rapat tersebut dihadiri pimpinan Komisi E DPRD Jatim, Wakil Bupati Malang, Kadispora dari Kota Malang dan Kota Batu, serta Ketua KONI dari tiga daerah penyelenggara.

Dalam forum itu, Puguh menyoroti tiga poin penting. Pertama, Porprov harus dimaknai bukan sekadar kompetisi, tapi sebagai ajang strategis untuk menjaring bibit atlet potensial menuju PON 2028.

“Porprov jangan cuma jadi ajang lomba. Ini kesempatan mencetak atlet masa depan,” tegasnya.

Kedua, ia menekankan pentingnya dampak ekonomi. Estimasinya, lebih dari 19 ribu orang—mulai atlet, pelatih, official, hingga penonton—akan datang ke Malang Raya selama Porprov. Ini dinilai bisa jadi penggerak ekonomi daerah jika dimanfaatkan dengan baik.

“UMKM lokal harus dilibatkan. Jangan cuma HIPMI, KONI juga harus gandeng pelaku usaha kecil. Siapkan ruang jualan, promosi, dan fasilitas pendukungnya. Momen ini langka,” jelasnya.

Puguh juga mendorong agar UMKM diberi informasi sedini mungkin, supaya bisa menyiapkan produk dan layanannya secara matang.

Poin ketiga, ia menilai perlunya sistem database tunggal atlet Jawa Timur. Selama ini, kata dia, pembinaan kerap tidak berkelanjutan karena data atlet belum terintegrasi.

“Kita harus punya data dari SD sampai perguruan tinggi. Semua talenta di setiap cabor harus terdata. Ini krusial untuk pembinaan jangka panjang,” ucapnya.

Usai rakor, Puguh sempat meninjau sejumlah venue. Salah satunya Stadion Gajayana yang disiapkan untuk pembukaan, dan venue cabor biliar di Kota Batu yang dinilainya sudah sangat siap.

Ia mengapresiasi keseriusan tuan rumah, terutama Pemkot Malang yang sudah mengalokasikan anggaran Rp79 miliar untuk mendukung persiapan Porprov.

“Porprov ini event besar. Harus ada dampak riil: atlet berkembang, ekonomi rakyat bergerak, dan Jawa Timur makin diperhitungkan di tingkat nasional,” pungkasnya.

Editor : Indra Andi
#Bakorwil Malang #Puguh Wiji Pamungkas #Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)