MALANG KOTA - Dalam rangka memperingati 102 tahun berdirinya Nahdlatul Ulama, Lembaga Amil Zakat Infaq, dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Malang berkolaborasi dengan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Universitas Brawijaya menyelenggarakan acara bertajuk Satukan Persepsi untuk Perkuat Hikmat, Menuju LAZISNU Hebat Tumbuh Melesat. Kegiatan ini digelar di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (15/2), mulai pukul 11.00 hingga 14.30 WIB, dan diikuti oleh 102 muharrik LAZISNU dari seluruh Kota Malang.
Sebagai narasumber utama, Dr KH Faris Khoirul Anam, M.Ag. membawakan materi penting tentang zakat, mencakup pemahaman tentang jenis dan besaran zakat yang dibayarkan, penentuan nisab harta yang wajib dizakati, serta pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan dana zakat untuk pemberdayaan umat. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan kontekstual sesuai dengan kondisi yang ada di masyarakat.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, Dr. KH. Isyroqunnajah, M.Ag, yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas muharrik zakat Nahdlatul Ulama (NU) dan sinergi gerakan zakat di tingkat akar rumput.
Dalam wawancara usai acara, Ketua LAZISNU Kota Malang M Sulthon Hanafie menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya penting secara teknis, tetapi juga sebagai bagian dari refleksi kebangkitan Nahdlatul Ulama setelah satu abad perjuangan.
“Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi muharrik untuk menyamakan persepsi dan memperkuat peran mereka sebagai ujung tombak pengelolaan zakat. Ini juga bagian dari penghormatan kita atas perjalanan NU selama 102 tahun,” ungkapnya.
“Kami ingin memastikan bahwa LAZISNU ke depan tidak hanya hebat secara struktur, tapi juga kuat dalam misi sosial dan ekonomi umat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir gerakan zakat yang lebih terorganisir, inklusif, dan berkelanjutan, yang akan menjadi bagian dari warisan perjuangan NU di abad kedua.
Editor : A. Nugroho