Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Festival Satu Suro di Gunung Kawi Kembali Digelar, Arak Sengkala Raksasa lalu Dibakar

Bayu Mulya Putra • Sabtu, 28 Juni 2025 | 21:05 WIB
DISAMBUT MERIAH: Satu dari tiga sengkala atau ogoh-ogoh diarak warga menuju Pesarean Gunung Kawi, kemarin.
DISAMBUT MERIAH: Satu dari tiga sengkala atau ogoh-ogoh diarak warga menuju Pesarean Gunung Kawi, kemarin.

MALANG - Sempat vakum selama empat tahun, Festival Satu Suro kembali digelar di Pesarean Gunung Kawi, di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, kemarin (27/6).

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, warga tampak berbondong-bondong menuju Terminal Wonosari setelah salat Jumat. Mereka menantikan arak-arakan sengkala atau ogoh-ogoh yang sudah disiapkan sejak beberapa hari sebelumnya.

Arak-arakan pun dimulai pukul 14.18. Ada tiga sengkala yang ditampilkan. Satu berbentuk butho memegang pentungan bergerigi.

Satu lagi bentuknya menyerupai butho, namun lebih kecil. Dan yang paling menyita perhatian, sengkala berukuran raksasa dengan bentuk setan bermahkota duduk memangku anak kecil bermuka seram.

”Sengkala itu merupakan gambaran negatif manusia, di puncak acara akan dibakar sebagai tanda penghilangan hal-hal negatif di masyarakat,” kata Ketua Panitia Acara Indratno Subur Purwo.

Semua sengkala itu juga sudah diruwat semalam sebelum pelaksanaan acara.

Saat acara, sengkala-sengkala itu diarak warga keliling sekitar Terminal, lalu naik ke Pesarean dan berakhir di terminal lagi untuk dibakar. Festival Satu Suro atau Grebeg Suro itu sudah menjadi tradisi di masyarakat Gunung Kawi, dan diadakan setiap tahun. Rangkaian acaranya sudah dilangsungkan sejak 26 Juni lalu.

Diawali dengan kirab pusaka, jamasan, pentas seni, dan wayang kulit. Indratno menyebut, Festival tahun ini adalah pelaksanaan secara besar-besaran pertama kali sejak vakum pada 2020 lalu.

Kala itu, pandemi Covid-19 menjadi penghalang pelaksanaan ritual tahunan tersebut.

”Waktu itu kemampuan ekonomi warga juga tidak dimungkinkan untuk pelaksanaan. Tapi tahun 2024 sudah dicoba digelar secara kecil-kecilan,” sebut dia. Kegiatan itu diinisiasi Pokmas Pelasty (Perkumpulan Pelestari Adat Budaya) Gunung Kawi.

”Kalau tahun-tahun sebelumnya dari Pemdes Wonosari,” tambah Indratno.

Pihaknya berencana melaksanakan festival serupa pada tahun depan. Mengingat kegiatan semacam itu bisa menggairahkan ekonomi warga sekitar.

Di tempat lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Malang Purwoto mengapresiasi pelaksanaan kembali Festival Satu Suro tersebut.

”Kami berharap kualitasnya bisa meningkat dari tahun ke tahun. Agar bisa mendatangkan wisatawan juga ke Gunung Kawi,” ujar dia. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
#gunung #grebeg #kawi #Satu #malang #Suro