RADAR MALANG – Ribuan pasang mata terpukau saat 1.100 santri Hadrah Ishari tampil memukau dalam penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (5/7) malam.
Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian closing ceremony yang memadukan kekayaan seni dan tradisi religi. Hadrah Ishari sendiri merupakan kesenian islami yang berkembang di Jawa Timur dan berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU).
Bupati Malang HM Sanusi mengatakan bahwa penampilan Hadrah Ishari menjadi representasi seni tradisi yang sarat makna spiritual. “Kabupaten Malang punya kesenian islami yaitu Hadrah Ishari yang berkembang di Jabung. Sebenarnya banyak, tapi yang kami tampilkan ada 1.100 santri,” ujar Sanusi.
Hadrah Ishari dikenal sebagai salah satu aliran selawat tertua di Indonesia. Di dalamnya terdapat tiga unsur utama: selawat, pukulan rebana, dan gerakan rodat yang dikoreografikan dalam bentuk gerakan badan, tangan, dan kepala.
Tak hanya untuk hiburan, kesenian ini juga telah menjadi bagian dari sejarah dan perjuangan. Hadrah Ishari pernah tampil di Hari Santri Nasional 2022, 1 Abad NU, hingga menyambut tamu negara.
Ribuan santri yang tampil malam itu berasal dari berbagai generasi, mulai dari Ishari ranting, PAC, hingga Ishari Milenial Kecamatan Jabung.
Selain Hadrah Ishari, penutupan Porprov juga dimeriahkan oleh 3.000 penari Tari Bapang Malangan, yang sebelumnya berhasil mencetak Rekor MURI.
“Jadi ada perpaduan antara kesenian dan kerohanian. Dari sisi religius, kami tampilkan Hadrah Ishari,” pungkas Sanusi. (id)
Editor : A. Nugroho