Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Fenomena Kopi Keliling di Kota Malang: Solusi Ngopi Praktis yang Kian Digandrungi Mahasiswa

A. Nugroho • Jumat, 11 Juli 2025 | 17:17 WIB
NIKMAT: Menikmati segelas kopi dan disuguhi ramainya Jalan Veteran.
NIKMAT: Menikmati segelas kopi dan disuguhi ramainya Jalan Veteran.

RADAR MALANG – Fenomena kopi keliling kini semakin populer di Kota Malang, khususnya di daerah dekat kampus. Konsep ini menawarkan warung kopi yang dapat berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Keunggulan ini menjadikan kopi keliling lebih fleksibel dan mudah dijangkau oleh berbagai kalangan, terutama mahasiswa yang ingin menikmati kopi tanpa harus datang langsung ke kafe atau warung kopi.

 

Kopi keliling mulai dikenal di Kota Malang sekitar tahun 2023-an. Sejak saat itu, keberadaannya semakin dikenal sebagai solusi alternatif bagi para pencinta kopi yang menginginkan kemudahan dan efisiensi. Terutama bagi kalangan mahasiswa, konsep ini sangat membantu karena bisa menghemat ongkos transportasi dan waktu, terutama saat mereka sibuk dengan jadwal kuliah dan tugas kampus.

 

Salah satu pelaku usaha kopi keliling yang mulai mencuri perhatian adalah DNC Coffee. Rangga, sang penjual kopi tersebut mengaku telah beroperasi selama satu bulan terakhir. Meskipun terbilang baru, DNC Coffee sudah memiliki pelanggan tetap dan menu andalan. Salah satu menu favorit mereka adalah DNC Coffee Butterscotch, yaitu kopi dengan perpaduan susu dan rasa manis khas butterscotch.

 

"Kalau untuk best seller ya DNC Coffee Butterscotch ini," ujar sang penjual saat ditemui di lapaknya yang berada di sekitar kawasan kampus pada hari Rabu (9/7).

 

Tak hanya DNC Coffee, di kawasan Jalan Veteran, yang memang dikenal sebagai area padat mahasiswa, apalagi di depan gerbang Universitas Brawijaya. Di tempat tersebut memang banyak penjual kopi keliling lainnya. Salah satunya adalah Uta Coffee, yang sudah dikenal karena menyajikan kopi dengan cita rasa manis yang disukai banyak pelanggan.

 

Aji, sang penjual, mengungkapkan bahwa sebagian besar konsumennya lebih menyukai varian kopi dengan rasa yang agak manis. “Paling sering itu Coffee Creamy sama Coffee Hazelnut, biasanya mereka mintanya manisnya jangan kelebihan, kayak gitu,” jelas Aji (9/7) .

 

Menilik dari tren tersebut, dapat disimpulkan bahwa preferensi rasa konsumen kopi keliling cenderung mengarah ke varian yang manis, creamy, dan mudah dinikmati. Hal ini menjadi peluang bagi para pelaku usaha untuk lebih kreatif dalam menciptakan menu yang sesuai dengan selera pasar.

 

Selain menawarkan kemudahan akses dan harga yang lebih terjangkau dibandingkan kafe konvensional, kopi keliling juga menambah warna dalam dunia kuliner Kota Malang. Keberadaannya semakin memperkaya pilihan bagi masyarakat, terutama mahasiswa, untuk menikmati kopi secara praktis tanpa mengorbankan kualitas rasa.

 

Dengan perkembangan yang pesat dan antusiasme masyarakat yang tinggi, bukan tidak mungkin kopi keliling akan terus berkembang dan menjadi ikon baru gaya hidup ngopi di Kota Malang.

Editor : A. Nugroho
#mahasiswa #Kopi #Kota Malang #kopi keliling