Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Konsistensi Penggemar Mobil RC di Malang Raya Anggota Se-Jatim Rutin Berkumpul Setiap 3 Bulan

Bayu Mulya Putra • Minggu, 20 Juli 2025 | 16:41 WIB

 

 

ADU MEKANIK: Anggota Komunitas Garangan Rimba berkumpul dan mencoba track di Coban Rondo, Kecamatan Pujon, akhir Mei lalu.
ADU MEKANIK: Anggota Komunitas Garangan Rimba berkumpul dan mencoba track di Coban Rondo, Kecamatan Pujon, akhir Mei lalu.

Meski anggotanya tak banyak, komunitas pecinta mobil remote control (RC) cukup konsisten menggelar kegiatan. Ada agenda rutin tiga bulanan. Juga ada pertemuan rutin di basecamp komunitas. 

Sejak awal 2000, mobil RC sudah menjamur di Malang. Rata-rata berjenis giddi, yaitu mobil remote basic untuk pemula. Harganya mulai Rp 400 ribu, dan kebanyakan dimainkan anak-anak. Makin lama, pencinta mobil RC makin berkembang 

Orang-orang kelas menengah ke atas mulai melirik jenis mobil RC lain. Seperti Off-road Scale (Scale RC) untuk yang fokus dengan kemiripan mobil aslinya. Juga ada FFA (Free for All) untuk off-road di medan terjal. Serta Speed RC untuk balapan, hingga Rally RC sebagai simulasi balap reli di dunia nyata.

”Di komunitas kami menerima semua jenis mobil RC, tapi paling banyak memang jenis Scale RC dan FFA,” ujar Agus Aska, salah satu anggota Garangan Rimba. Meski seluruh anggotanya sudah main mobil RC sejak lama, mereka baru membuat komunitas pada 2022 lalu. Menurut Agus, itu terjadi karena mobil RC memang termasuk hobi yang mahal dan peminatnya jarang.

Tiap tiga bulan sekali, mereka rutin berkumpul bersama komunitas RC Jawa Timur. Tempat kopi daratnya tidak boleh yang biasa-biasa saja. Minimal harus ada lintasan sepanjang 4 sampai 5 kilometer untuk mengetes ketahanan mobil mereka.

Makin banyak mobil yang jatuh atau rusak karena medan balapan, suasana bakal makin ramai. Tiap ada mobil yang jatuh dari lintasan, mereka makin bersemangat berlomba. ”Biasanya mobil yang jatuh atau nyungsep kami sebut klontang,” tambah Aska.

Semakin banyak klontang yang dialami anggota, itu menjadi hiburan tersendiri bagi mereka. Anggota yang paling banyak klontang akan dijuluki raja klontang dan menjadi bahan olok-olokan. Justru itu hal yang membuat bonding antar-anggota makin kuat.

Garangan Rimba memiliki markas di salah satu rumah anggota untuk mengulik komponen mobil RC. Berlokasi di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Di sana, mereka biasa memodifikasi mobil RC masing-masing. Kalau banyak anggota yang sedang senggang, mereka mencari wisata alam untuk menjajal mobil hasil modifikasi masing-masing.

Anggota mereka biasa mengeluarkan uang cukup besar untuk men-update komponen mobil. Seperti bodi atau kerangka mobil RC yang dipatok di harga Rp 3 jutaan. Lalu motor/mesin RC untuk menggerakkan mobil seharga Rp 4 jutaan. Untuk suspensi, bisa mencapai Rp 3,5 juta per set. ”Belum termasuk biaya maintenance bulanan dan biaya kalau ingin custom lagi,” pungkas Aska. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#mobil #RC #komunitas #remote control #FFA