Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bangun Jam 4 Pagi dan Beraktivitas, Ini Realita LDK Polinema di Dodikjur Rindam V Brawijaya yang Jarang Diketahui

A. Nugroho • Jumat, 25 Juli 2025 | 20:58 WIB
SPIRIT: LDK Polinema dengan aktivitas yang seru mulai dari pagi hingga malam yang membuat maba bermental baja
SPIRIT: LDK Polinema dengan aktivitas yang seru mulai dari pagi hingga malam yang membuat maba bermental baja

RADAR MALANG - Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) Politeknik Negeri Malang (Polinema) menjadi kegiatan wajib bagi mahasiswa baru. Selama 4 hari, para maba ditempa di bawah pelatihan TNI di Dodikjur Rindam V Brawijaya, Malang. Disiplin, fisik, hingga mental jadi menu utama. Namun, tak banyak yang tahu, di balik kerasnya latihan, tersimpan cerita yang tak kalah menarik.

Setiap harinya dimulai sejak pukul 4 pagi. Saat sebagian besar orang masih terlelap, para peserta LDK sudah bersiap baris hingga bersiap menerima instruksi pelatih hari itu.

 

Bayu, mahasiswa baru asal Tangerang dari jurusan Teknik Sipil, menjadi salah satu peserta LDK Gelombang 3. Di gelombang ini, dia juga diamanahi pelatih menjadi Ketua Kelas C, posisi yang menuntut tanggung jawab lebih besar dibanding peserta lain.

”Bangun jam 4 itu bukan cuma sekali, tapi setiap hari. Dari jam segitu kita sudah mulai aktivitas sampai malam. Jadi memang berat, tapi juga seru,” ujar Bayu.

 

Tidak hanya aktivitas harian yang mengejutkan, perubahan cuaca juga menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa dari luar daerah itu.

"Sebenarnya saya agak sedikit kaget dengan udara di Malang," kata pria Tangerang itu.

"Tangerang itu panas, sedangkan di Malang, apalagi pas subuh, rasanya kayak es," ucapnya sambil tertawa.

 

Bagi Bayu, LDK bukan pengalaman pertama mengikuti pelatihan kedisiplinan. Namun, apa yang dijalaninya di Polinema tetap terasa mengejutkan.

”Saya juga pernah ikut LDK sebelumnya. Tapi nggak seperti ini karena dilatih bukan anggota TNI, jadi cukup kaget juga awalnya,” paparnya.

 

 

Meski begitu, kekompakan peserta membuat segalanya terasa lebih ringan. Suasana yang awalnya tegang bisa berubah jadi penuh tawa dan saling dorong semangat.

“Teman-teman pada support, saling membantu, saling menyemangati. Kalau ada yang capek, ada yang bantu. Jadi walaupun capek, nggak terasa sendirian." ujarnya.

 

Selama pelatihan, peserta tidak hanya belajar baris-berbaris, tetapi juga ditanamkan nilai kedisiplinan waktu, tanggung jawab, serta rasa kebersamaan. Di sinilah karakter mereka mulai terbentuk.

Meskipun banyak yang mengira LDK hanya berisi teriakan pelatih dan aktivitas fisik, kenyataannya lebih dari itu. Banyak cerita yang hanya bisa dirasakan sendiri oleh mereka yang menjalaninya. (bal)

Editor : A. Nugroho
#realita #Polinema #LDK #2025 #pendidikan karakter #mahasiswa baru