Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tidur 6 Jam, Mental Ditempa, Tapi Kami Pulang dengan Tawa: Catatan Perjuangan Maba di LDK Polinema

A. Nugroho • Jumat, 25 Juli 2025 | 21:06 WIB
ENJOY: Para mahasiswa baru yang mengikuti LDK di Dodikjur Rindam V Brawijaya juga menikmati aktivitas yang tidak hanya tekanan dari pelatih
ENJOY: Para mahasiswa baru yang mengikuti LDK di Dodikjur Rindam V Brawijaya juga menikmati aktivitas yang tidak hanya tekanan dari pelatih

RADAR MALANG -  Di balik rutinitas militer yang ketat, LDK justru menyimpan cerita menarik yang tak semua orang tahu. Mulai dari jam bangun yang tidak biasa hingga cara makan yang penuh strategi.

Kegiatan ini berlangsung di Dodikjur Rindam V Brawijaya, tempat di mana ratusan mahasiswa baru menjalani hari-hari penuh kedisiplinan. Setiap peserta wajib bangun pukul 04.00 dan langsung memulai aktivitas. Hari-hari mereka baru berakhir sekitar pukul 22.00, menyisakan waktu tidur hanya sekitar enam jam.

“Kita dibangunkan jam 4 dan itu sudah beraktivitas, dan tidur jam 10 malam,” ujar Bayu, mahasiswa asal Tangerang dari jurusan Teknik Sipil.

 

Namun ternyata, tidur malam pun tidak selalu utuh. Salah satu hal menarik di LDK adalah adanya sistem jaga serambi, tugas menjaga barak selama malam hari secara bergiliran.

“Dan di sini menariknya itu, kita ada jaga serambi. Kita menjaga barak masing-masing, dari jam 10 malam sampai jam 4 pagi. Setiap jam ganti empat orang empat orang,” katanya.

 

Bayu mengaku bahwa meskipun awalnya terasa berat, sistem ini justru membentuk rasa tanggung jawab dan kerja sama antar peserta. Banyak yang baru merasakan bagaimana rasanya menjadi bagian dari tim yang harus saling jaga dan bergantian istirahat.

 

Tak hanya fisik dan waktu yang diatur, urusan makan pun jadi bagian dari latihan disiplin. Setiap makanan baik makan utama maupun camilan harus habis. Jika tidak, hukuman fisik seperti push-up menanti.

"Dari segi makan, kalau snack nggak habis, kita disuruh habisin. Kalau nggak bisa, kita disuruh push-up. Akhirnya kita cari cara supaya makanannya bisa habis, biasanya dibagi ke teman," jelas Bayu.

“Itu justru melatih rasa kebersamaan juga,” tambahnya.

 

 

Selama LDK, semua aktivitas dikendalikan dengan ritme yang cepat dan teratur. Mulai dari cara berjalan, cara duduk, hingga waktu istirahat semuanya diatur oleh pelatih.

“Kita diatur dari bangun tidur sampai tidur lagi, itu paling mengesankan menurut saya,” katanya.

 

Meski penuh tekanan, LDK bukan hanya soal kerasnya pelatihan. Di dalamnya terselip banyak cerita lucu, momen akrab, dan tawa lepas yang tercipta bersama teman-teman. Bagi banyak peserta, LDK justru menjadi pengalaman yang sulit dilupakan, bukan karena capeknya, tapi karena kebersamaan yang dibangun lewat perjuangan bersama. (bal)

Editor : A. Nugroho
#unik #Perjuangan #Polinema #LDK #malang #pendidikan karakter #mahasiswa baru #Lucu