Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pengunjung Pasar Oro-Oro Dowo Malang Mulai Menurun

A. Nugroho • Minggu, 3 Agustus 2025 | 22:46 WIB
DICOBA SATU BULAN: Rekayasa lalu lintas menjadi satu arah diterapkan di kawasan Pasar Oro-Oro Dowo sejak Jumat lalu (1/8).
DICOBA SATU BULAN: Rekayasa lalu lintas menjadi satu arah diterapkan di kawasan Pasar Oro-Oro Dowo sejak Jumat lalu (1/8).

MALANG KOTA - Pantauan terhadap rekayasa lalu lintas (lalin) di sekitar Pasar Oro-Oro Dowo, Klojen terus dilakukan pemkot. Kemarin (2/8), Wali Kota Malang Wahyu Hidayat ikut meninjau. Hasilnya, lalu lintas memang lebih lancar, terutama pada pagi hari.

 

Sebab, akar penerapan jalan satu arah itu karena parkir di depan pasar yang semrawut. Seperti diberitakan, rekayasa itu berlaku mulai Jumat lalu (1/8). Satu arah diterapkan dari simpang empat Merbabu-Jalan Guntur hingga simpang tiga Brigjen Slamet Riyadi. Satu arah juga diberlakukan di simpang empat Jalan Merapi-Jalan Buring sampai simpang empat Jalan Merbabu-Jalan Guntur.

 

Rekayasa lalin itu bakal diuji coba hingga satu bulan. ”Banyak warga mengeluh ke saya, macetnya menyita banyak waktu terutama saat pagi hari,” ujar Wahyu Hidayat. Penerapan satu arah itu bagian dari skenario besar penataan Car Free Day (CFD).

 

Letak Jalan Guntur yang berdekatan dengan Jalan Ijen yang jadi lokasi CFD berpotensi besar dikunjungi warga. Sebab, masyarakat banyak yang mencari alternatif sarapan di Pasar Oro-Oro Dowo. ”Warga biar mencari makanan juga di pasar, karena di CFD kan tidak boleh ada yang jualan di sembarang tempat,” imbuh Wahyu.

 

Selain penataan lalin di sekitar Pasar Oro-Oro Dowo, Wahyu juga membuka opsi penggunaan taman hutan Malabar untuk masyarakat bersantai. Selanjutnya, akan dikembangkan lagi ke area Pasar Bareng dan Stadion Gajayana. Sehingga, pengunjung CFD lebih leluasa memilih sentra kuliner.

Pelaksanaannya bakal dilakukan secara bertahap. ”Roadmap-nya sudah kami siapkan khusus untuk CFD. Sebab, tiap minggu ada 10 ribu lebih pengunjung yang datang,” imbuh Wahyu.

 

Di sisi lain, Kepala Pasar Oro-Oro Dowo Fitri Nurhayati mengaku pengunjung pasar langsung turun setelah penerapan rekayasa satu arah tersebut. Persentase penurunannya sampai 30 persen. Sebab mayoritas pengunjung pasar menggunakan mobil, sementara lahan parkirnya dipangkas.

 

”Alternatif lain bisa melalui penataan parkir saja dan penertiban di Jalan Anjasmoro,” ujar Fitri. Sehingga tidak perlu memberlakukan satu arah. Sebab banyak pengunjung jadi malas ke pasar karena area parkirnya terbatas, dan harus berputar jauh untuk mengakses pasar. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#pasar #satu arah #oro oro dowo #rekayasa #malang