Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

16 Kecamatan Rawan Banjir di Kabupaten Malang

A. Nugroho • Minggu, 24 Agustus 2025 | 19:53 WIB

CUACA TAK MENENTU: Hujan deras mengguyur pengendara yang melintasi Jalan Ahmad Yani, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, beberapa waktu lalu.
CUACA TAK MENENTU: Hujan deras mengguyur pengendara yang melintasi Jalan Ahmad Yani, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, beberapa waktu lalu.

 

KEPANJEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melakukan pemetaan titik-titik rawan banjir. Tujuannya untuk mengantisipasi ancaman banjir ketika nanti musim hujan tiba.

Di Kepanjen misalnya, tercatat empat titik rawan banjir dan genangan. Lokasinya di Jalan Ahmad Yani, Jalan Kepanjen-Pagak, kawasan Pasar Kepanjen, dan Desa Jatirejoyoso. Penyebabnya didominasi saluran air yang tersumbat.

Namun secara keseluruhan terdapat 16 kecamatan yang rawan banjir, termasuk banjir bandang. Di antara 16 kecamatan tersebut adalah Pujon, Ngantang, Kasembon, Karangploso, Dau, Singosari, Lawang, Pakis, Poncokusumo, dan Ampelgading. Selanjutnya ada Kecamatan Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Kalipare, dan Wagir. Data sebaran kecamatan rawan banjir tercantum dalam peta rawan bencana yang telah disusun BPBD Kabupaten Malang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistisk BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan memaparkan pentingnya mewaspadai ancaman banjir. Sebab, musim kemarau saat ini termasuk musim kemarau basah. Artinya, masih ada hujan meski saat ini musim kemarau. Hal itu diperkuat data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yakni hari tanpa hujan pada Agustus hingga September depan berada di bawah 30 hari. Dengan kata lain, lebih dari 50 persen terjadi hujan.

“Kalau kami lihat peta BMKG, curah hujan cukup tinggi atau di atas normal,” kata Sadono.

Sadono menjelaskan, potensi hujan datang apabila curah hujan di atas 200 milimeter. “Itu terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Malang,” tambah pejabat eselon III B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu.

Januari hingga Juli lalu tercatat ada 13 kejadian banjir di Kabupaten Malang. Paling banyak terjadi pada Januari, yakni 7 kejadian banjir. Kemudian Mei tiga kali kejadian, lalu masing-masing satu kejadian untuk Februari, April, dan Juni.

Pihaknya akan terus memantau titik-titik kecamatan lainnya yang kemungkinan memiliki potensi banjir. “Termasuk memastikan kebutuhan logistik masyarakat terdampak bencana, apakah bisa tersalurkan,” pungkasnya. (yad/biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#Banjir #malang #BPBD