Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

85 Persen Rute Bus Trans Jatim lewat Kota Malang

A. Nugroho • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 20:56 WIB

RUTE DIGODOK: Salah satu angkot melintas di depan Balai Kota Malang, kemarin (29/8). Jalur itu kabarnya bakal dilewati Bus Trans Jatim.
RUTE DIGODOK: Salah satu angkot melintas di depan Balai Kota Malang, kemarin (29/8). Jalur itu kabarnya bakal dilewati Bus Trans Jatim.

 

Dewan Berharap Tahun Depan Jalur Kepanjen Bisa Dilewati

MALANG RAYA – Skema pengadaan Bus Trans Jatim di Malang Raya terus digodok. Opsi untuk rutenya mulai disusun. Kabar terkini, 85 persen rute di Malang Raya bakal melewati wilayah Kota Malang.

“Untuk rute di Kota Malang bersinggungan dengan lebih banyak trayek (angkot). Kami sebisa mungkin melakukan komunikasi dan pendekatan, demi meminimalkan konflik sosial,” ujar Ainur Rofiq, Kabid Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jatim.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, setidaknya ada dua opsi rute yang kini mencuat. Opsi pertama melewati Jalan Muharto, Jalan Kawi, Jalan Ijen, Jalan Bandung, Jalan Gajayana, Jalan MT Haryono, Jalan Tlogomas, hingga ke Jalan Raya Sengkaling.

Opsi kedua, bus berangkat dari Terminal Hamid Rusdi menuju Jalan Madyopuro, Ranugrati, Jalan Panglima Sudirman, dan Balai Kota Malang. Berlanjut ke Kajoetangan Heritage, Jalan Kawi, Jalan Ijen, hingga Terminal Landungsari (selengkapnya baca grafis).

”Untuk opsi rute sampai sekarang masih belum bisa kami pastikan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim Ainur Rofiq.

Dia menambahkan, skema rute yang sudah menemui titik terang baru di Kota Batu. Seperti yang gencar diberitakan sebelumnya, Bus Trans Jatim nantinya terkoneksi dengan Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Rute bus dari Kota Batu bakal melewati jalur utama depan atau jalur belakang Batu Night Spectacular (BNS) menuju Terminal Landungsari. Jika melewati rute itu, dampaknya bakal bersinggungan 100 persen dengan trayek angkutan kota (angkot) Batu – Landungsari (BL).

Rute untuk trayek angkot BL bermula dari Terminal Batu. Kemudian menuju Jalan Dewi Sartika, Jalan Agus Salim, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pattimura, Jalan Ir Soekarno, Jalan Raya Sengkaling, Jalan Raya Tlogomas, dan berakhir di Terminal Landungsari.

Dishub Jatim sudah melakukan penjajakan dengan sopir angkot di Kota Batu yang trayeknya bakal bersinggungan dengan Bus Trans Jatim. Hasilnya, mereka dapat menerima karena terdapat program Apel Gratis (angkutan untuk pelajar).

Sementara di Kabupaten Malang, tidak terlalu banyak bersinggungan dengan rute Bus Trans Jatim. Itu karena yang dilewati hanya dari Terminal Landungsari menuju perbatasan Kecamatan Dau dan Kota Batu. Jaraknya sekitar 2,1 kilometer.

”Untuk rute di Kota Malang bersinggungan dengan lebih banyak trayek (angkot). Kami sebisa mungkin melakukan komunikasi dan pendekatan, demi meminimalkan konflik sosial,” papar Rofiq.

Di tempat lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang R. Widjaja Saleh Putra menjelaskan kalau rute Bus Trans Jatim jadi melewati Jalan Madyopuro sampai ke Terminal Landungsari. Bakal ada lima trayek yang terdampak yakni MM, LDG/LDH, LG/LH, AL, serta AG/AH. Namun, kepastian terkait rute-rute itu masih menunggu kajian final dari Dishub Jatim.

”Setiap trayek bersinggungan sekitar 50 persen,” ungkap Jaya.

Untuk meminimalkan konflik di kalangan sopir, pihaknya terus melakukan pendekatan. Saat ini, pendekatan dilakukan kepada sopir secara informal. Pada akhir Agustus nanti, pendekatan bakal dilakukan Dishub Jatim.

Jaya mengaku terakhir kali berkoordinasi dengan Dishub Provinsi Jawa Timur pada tiga pekan lalu. Selebihnya, dia menyerahkan perencanaan pada Dishub Jatim selaku pengampu utama.

Di tempat lain, kalangan legislatif mendorong agar jangkauan moda transportasi itu bisa diperluas. Salah satu rute yang diusulkan untuk dilewati yakni Kepanjen, Kabupaten Malang.

Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur Siadi menyampaikan, wilayah Malang Raya sangat membutuhkan sistem transportasi yang terintegrasi. Dari perencanaan koridor pertama, diketahui bahwa rutenya baru melintasi Kota Batu dan sebagian kecil di Kabupaten Malang.

”Dari pembahasan terakhir di dishub, hampir dipastikan bulan Oktober koridor pertama melayani Malang Raya. Dimulai dari Terminal Batu dan berakhir di Terminal Hamid Rusdi,” terang dia.

Untuk tanggal pastinya, Siadi masih menunggu penetapan dari dinas terkait. Sebagai langkah persiapan, legislatif akan mendorong penentuan halte di koridor Malang Raya. Sebab, waktu yang tersisa tinggal satu bulan lagi.

”Penentuan halte sekaligus penataan akan dilakukan bulan ini. Kami akan kawal agar tidak ada keterlambatan operasional,” tegasnya.

Anggota legislatif daerah pemilihan (Dapil) Malang Raya itu menjelaskan, tarif Trans Jatim untuk Koridor Malang Raya telah ditentukan. Nominalnya sama dengan daerah lainnya. Kalangan pelajar dan santri dikenai tarif Rp 2.500. Sedangkan untuk masyarakat umum tarifnya Rp 5.000.

”Malang Raya ini merupakan kawasan pendidikan dan swasta. Dengan hadirnya transportasi ini bisa membuat mobilitas antardaerah bisa dilakukan dengan harga sangat terjangkau,” jelas politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) itu.

Beranjak dari poin itu, dia berharap rute Bus Trans Jatim bisa diperluas hingga Kabupaten Malang. Dia menargetkan hal itu terwujud paling lambat tahun depan.

Alasan perluasan itu untuk meningkatkan pariwisata di kawasan Malang Selatan. ”Area Malang Selatan ini juga sangat membutuhkan transportasi umum, potensi alam maupun pantainya sangat bagus. Jika Trans Jatim mampu menyentuh titik itu, saya meyakini Kabupaten Malang juga semakin maju ke depannya,” tandas pria kelahiran Mojokerto tersebut.

Jawa Pos Radar Malang sempat mencoba Bus Trans Jatim dari koridor VI di Surabaya menuju Mojokerto. Jadwal keberangkatannya cukup teratur. Dilakukan tiap 30 menit sampai 1 jam.

Jumlah unit busnya masih perlu ditambah. Sebab, bus yang melintas dari Sidoarjo ke Mojokerto selalu penuh penumpang. Butuh beberapa kali pemberhentian bus baru untuk mendapat jatah kursi.

(mel/adk/zan/by)

Editor : A. Nugroho
#Trans #Bus #Trans Jatim