Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Melihat Eksistensi Sanggar Tari di Malang, Menyelaraskan Langkah Kaki dan Irama Tradisi

A. Nugroho • Jumat, 12 September 2025 | 20:27 WIB
TRADISI DAN SENI: Melestarikan tradisi seni tari lewat sanggar tari di Malang
TRADISI DAN SENI: Melestarikan tradisi seni tari lewat sanggar tari di Malang

MALANG - Kota Malang dikenal bukan hanya sebagai destinasi wisata dengan udaranya yang sejuk dan panorama indah, tetapi juga sebagai salah satu pusat kebudayaan di Jawa Timur. Berbagai seni tradisi telah tumbuh dan berkembang di kota ini, mulai dari musik, teater, hingga tari. 

Di Malang, keberadaan sanggar tari menjadi garda depan dalam menjaga sekaligus melestarikan tradisi. Hal ini tak lepas dari kekayaan tradisi seni tari yang berkembang di Malang, seperti Tari Topeng Malangan. Melalui aktivitas ini, harapannya akan semakin banyak seniman muda yang muncul dan membawa budaya Malang ke berbagai panggung pertunjukan.

 

Berikut beberapa sanggar tari di Malang yang bisa menjadi pilihan untuk mengenal lebih dekat dunia seni tari.

1. NDS Sanggarmoe

Sanggar tari yang satu ini telah hadir sejak tahun 2018 lalu. NDS Sanggarmoe ini didirikan oleh pasangan bernama Hermin Uno dan S. Cornelius Drestha Yogie. 

Kata NDS sendiri merupakan singkatan dari bahasa Jawa “Nandhak Damel Saduluran”. Nandhak berarti menari, damel berarti membuat, dan saduluran berarti persaudaraan. Sehingga kalimat tersebut bermakna melalui seni tari dapat membentuk persaudaraan. 

Selaras dengan hal tersebut, pendirian sanggar ini juga bertujuan untuk melestarikan tari tradisional Jawa serta menjadi wadah potensi seni anak-anak muda. Karenanya, sanggar ini menerima peserta mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). 

Latihan tarinya pun bermacam-macam, mulai dari tari kontemporer, tari kreasi, dan make up karakter. Selain itu sanggar ini juga menerima persewaan baju kebaya dan juga jasa make up. 

Jika tertarik untuk belajar menari di sanggar ini bisa pantau dan hubungi media sosial mereka di Facebook, Instagram, dan TikTok.

2. Sanggar Tari Asmorobangun

Berbeda dari sanggar tari sebelumnya, Sanggar Tari Asmorobangun ini telah berdiri sejak tahun 1900-an. Awalnya sanggar ini dikenal dengan nama Pandawa Limo, karakter legendaris dari kisah Mahabharata. Kemudian nama tersebut diubah menjadi Asmorobangun.

Sejak awal abad ke-20, sanggar ini telah berkomitmen untuk melestarikan seni tari tradisional Kota Malang salah satunya adalah topeng malangan. Tarian ini merupakan tari yang menjadi ciri khas Kota Malang dengan latar belakang yang menarik di baliknya. 

Untuk mendukung tekadnya tersebut, sanggar tari ini juga menerima peserta dari berbagai usia dan juga membentuk tim inti penari. Sanggar ini juga menyelenggarakan latihan tari setiap hari Minggu. Selain latihan tari, sanggar ini juga membuka kelas karawitan untuk yang tertarik dalam dunia musik tradisional. 

Sanggar ini pun telah rutin meraih prestasi baik di kancah nasional hingga internasional, salah satunya di Festival Panji Nusantara di Bangkok pada tahun 2013 lalu. Hingga saat ini Sanggar Tari Asmorobangun juga masih terus aktif untuk menghasilkan talenta-talenta di bidang seni tradisional. 

3. Sanggar Senaputra 

Sanggar Tari Senaputra yang satu ini telah didirikan oleh Mbak Roestam sejak tahun 1983. Sehingga saat ini, sanggar tari ini telah melahirkan banyak generasi-generasi baru yang terus aktif melestarikan tari tradisional. 

Sanggar tari ini secara aktif terus menjaga kelestarian budaya apalagi di tengah gempuran budaya-budaya global. Tak hanya tari, seni karawitan juga bisa dipelajari di sini. Menurut pengelolanya, semakin banyak peminat maka seni tradisional akan terhindar dari kepunahan. 

Menerima ratusan siswa, sanggar tari ini kemudian membagi ke dalam beberapa kelompok sesuai usia. Mereka juga kemudian belajar aneka tarian mulai dari yang tradisional hingga modern. 

Sanggar tari ini juga rutin menjalankan ujian untuk para siswanya. Hal ini dilakukan untuk terus membentuk generasi yang tak hanya bisa menari namun juga bertalenta untuk tampil di atas panggung. 

4. Sanggar Tari Sriwedari

Sanggar tari yang satu ini telah berdiri selama 7 tahun, tepatnya sejak tahun 2018. Sriwedari adalah tempat untuk membangun dasar dalam mencintai budaya Indonesia, salah satunya melalui seni tari. 

Pengelola sanggar tari ini menyebutkan bahwa seni dapat membantu seseorang menjadi pribadi yang lebih seimbang dan mampu membangun jiwa toleransi yang jauh lebih baik. Karena dengan mempelajari seni dan budaya, seseorang juga sekaligus belajar untuk menerima latar belakang di baliknya. Hal ini menjadi penting karena seni tari ternyata memiliki makna yang lebih luas dari sekadar hiburan belaka. 

Tak hanya melatih di sanggar, Sriwedari juga secara aktif mengajar dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan instansi. Mereka sendiri konsisten dan terfokus pada tari-tarian daerah di Indonesia, jadi tidak hanya tarian Jawa Timur atau Malang saja. Murid-muridnya juga berfokus pada anak-anak dan remaja mulai dari jenjang SD. sehingga, Sriwedari juga secara tidak langsung memberikan peluang bagi anak-anak dan generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya mereka sendiri. 



Keberadaan sanggar tari yang masih eksis di Malang ini membuktikan bahwa seni tradisi tetap hidup sampai saat ini. Apakah kamu sudah tertarik untuk belajar tari tradisional khas Malang? (kdk)

Editor : A. Nugroho
#budaya #tradisi #Sanggar tari #tari tradisional #topeng