MALANG - Di Balik kesibukannya sebagai Public Relations Jawa Timur Park Group sekaligus freelance wedding organizer (WO), Audi Firstania selalu punya ruang untuk satu hal. Yakni berlari menembus jalur gunung. Bagi perempuan 24 tahun itu, trail run bukan sekadar olahraga.
Ia menjadikannya cara menjaga stamina sekaligus melepas penat dari rutinitas kerja. Audi mulai serius menekuni trail run sejak 2023. Ia tahu betul bahwa olahraga ini bukan sekadar ikut-ikutan tren.
Butuh waktu berbulan-bulan untuk benar-benar siap mengikuti event. ”Kalau ada waktu bisa setiap pulang kerja latihan lari, kalau lagi sibuk bisa tiga hari sekali atau satu minggu dua kali,” katanya.
Setiap latihan punya target. Kadang Audi menyiapkan jarak 20 kilometer, kadang ia mematok lima jam penuh untuk terus berlari sampai batas waktu habis. Rutinitas itu penting untuk membiasakan tubuh menghadapi trek menantang. Tidak hanya datar, tapi juga jalur menanjak dan menurun yang melelahkan.
Beruntung, Audi tinggal di Kota Batu yang dikelilingi gunung. Jalur latihan melimpah. Mulai Gunung Panderman, Bokong, Buthak, hingga Banyak. Di situlah ia mengasah kemampuan.
”Kalau tidak rutin dilatih, memori otot belum terbiasa. Pemaksaan ikut trail run justru berisiko menimbulkan cedera,” ujarnya.
Ketertarikannya pada trail run sebenarnya berawal dari hobi lama. Sejak 2018 ia gemar tracking gunung. Kebiasaan itu dipadukan dengan olahraga lari hingga akhirnya membawanya turun di event resmi.
Debutnya adalah Selecta Trail Run 2025 kategori 12 kilometer. Audi finis dalam dua jam, jauh di bawah batas maksimal lima jam.
Keberhasilan itu memacu kepercayaan diri. Ia kembali turun di Secret Zoo Trail Run 2025 dengan jarak sama dan kembali menyelesaikan dengan aman. Puncaknya, ia mencoba Mantra 116 2025. Dengan persiapan lebih dari tiga bulan, Audi sanggup menaklukkan jalur ekstrem Arjuno–Welirang dan finis dengan catatan waktu tiga jam.
Selama menekuni trail run, Audi tidak menemukan sisi negatif. Justru ia merasa tubuh lebih sehat dan bugar. ”Asiknya kalau sudah sering trail run bisa berlari melihat pemandangan alam, tidak bosan kalau di run road saja,” katanya. (zan/adn)
Editor : A. Nugroho