Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Olahraga Trail Run Kian Populer di Malang Raya

A. Nugroho • Minggu, 21 September 2025 | 18:45 WIB
MENANTANG: Pelari mancanegara menaklukkan jalur ekstrem Gunung Arjuno pada Mantra 116 beberapa waktu lalu.
MENANTANG: Pelari mancanegara menaklukkan jalur ekstrem Gunung Arjuno pada Mantra 116 beberapa waktu lalu.

MALANG - Trail run di Malang Raya kian digemari. Menantang pelari lokal maupun mancanegara menaklukkan jalur panjang dan ekstrem. Dari lintasan menanjak, turun cepat, dan ratusan kilometer menguji stamina. Setiap langkah di trek pegunungan bukan sekadar olahraga, tapi ujian sejati bagi para pelari.

Event olahraga lari lintas alam atau trail run semakin marak di Malang Raya. Tidak hanya menghadirkan kategori lintasan puluhan kilometer, kini mulai muncul rute dengan jarak ratusan kilometer yang memberi tantangan lebih besar. Kondisi tersebut menjadi magnet bagi pelari lokal hingga mancanegara yang ingin menguji daya tahan fisik maupun mental.

Salah satu event bergengsi adalah Mantra 116. Ajang ini pertama kali digelar pada 2016 dengan nama Arjuna-Welirang Ultra. Saat itu, jarak terjauh yang ditawarkan hanya 15–60 kilometer dengan lokasi start di Kebun Teh Wonosari, Kecamatan Lawang.

Setahun berselang, lokasi penyelenggaraan berpindah ke kawasan Kaliandra Eco Resort, Prigen. Nama lomba pun berubah menjadi Mantra Summit Challenge (MSC) dengan kategori serupa. Pada 2018, pihak penyelenggara menambah rute terjauh hingga 85 kilometer. Kemudian, pada 2019, event ini kembali bertransformasi dengan nama Mantra 116.

”Saat itu pula, jarak lintasan terpanjang ditingkatkan menjadi 116 kilometer,” jelas Penanggung Jawab Rute Mantra 116 Freda Adi.

Rute yang ditawarkan benar-benar menantang. Dari Kaliandra Eco Resort, pelari diarahkan menuju kawasan Kota Batu, melewati area Cangar, mendaki Gunung Arjuno, melintas Kebun Teh Wonosari, hingga kembali lagi ke Pasuruan. Menurut Freda, Malang Raya memiliki keunggulan geografis yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Dikelilingi pegunungan, kawasan ini menyuguhkan rintangan alami beragam.

Challenge itu yang akhirnya menarik pelari dari luar negeri untuk bergabung,” ujar Freda. Sejumlah pelari mancanegara yang rutin ikut serta datang dari Malaysia, Singapura, Hongkong, Jepang, hingga Mesir. Menurut Freda, pelari asing cenderung menyukai lintasan yang teknikal dan penuh tantangan. Sebaliknya, pelari lokal lebih banyak memilih kategori menengah, sekitar 70–75 kilometer.

Popularitas Mantra 116 terus meningkat. Jika pada awalnya hanya diikuti sekitar 1.500 orang, kini jumlah peserta melonjak hingga 2.600. Dari angka itu, sekitar 120 pelari berani menempuh rute terpanjang 116 kilometer. ”Sekitar 120 orang di antaranya mengambil rute 116 kilometer,” bebernya.

Pada gelaran tahun ini, kategori 116 kilometer dimenangkan pelari Jepang dengan catatan waktu 20 jam 45 menit. Posisi kedua ditempati pelari Indonesia dengan 22 jam 39 menit, sementara tempat ketiga direbut pelari Belgia dengan waktu 23 jam 36 menit.

Meski antusiasme terus bertambah, Freda menegaskan belum ada rencana menambah panjang lintasan. Menurutnya, jarak 116 kilometer sudah cukup menantang dan masih diminati. ”Kalau persiapan tahun depan tepat satu dekade, kami akan tawarkan konsep berbeda untuk para pelari,” tandasnya. (ori/adn)

Editor : A. Nugroho
#trail run #malang #Mancanegara #lari