Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kamus Malangan: Plombir

A. Nugroho • Minggu, 21 September 2025 | 18:53 WIB
Lungua Franca: Plombir
Lungua Franca: Plombir

Plombir, istilah ini sangat jarang digunakan pada era sekarang. Terlebih, pajak untuk sepeda atau onthel tidak diberlakukan kembali. Kata plombir atau plembir memang erat dengan pajak sepeda Sebab istilah itu dulu merujuk pada STNK untuk kendaraan non-bermotor. Berbentuk pelat yang berbahan dasar dari timah, kertas, dan plastik. Pelat itu harus ditempelkan di bagian depan sepeda.

Khusus untuk makna itu, plombir diyakini berasal dari Bahasa Belanda. Terdiri dari kata lood yang berarti timbal. Dan, kata bir yang merujuk pada istilah segel atau penanda. Selain STNK untuk kendaraan non-bermotor, plombir juga punya makna lain.

Berhubungan dengan gigi. Istilah plombir juga digunakan untuk menambal gigi yang berlubang. Biasanya terbuat dari emas, perak, tembaga, timah, akrilik, atau porselin.

”Plombir yang berhubungan dengan STNK itu terakhir digunakan menjelang tahun 90an. Kalau plombir gigi masih digunakan hingga sekarang, tetapi kebanyakan orang tua saja yang mengerti,” papar Pengamat Bahasa Malangan Restu Respati. Dia menyebut, sebenarnya ada satu lagi mak na lain dari plombir.

Yaitu segel pengaman. Biasa digunakan untuk menunjukkan segel atau alat pengaman untuk meteran listrik. ”Yang lebih umum digunakan istilahnya timah segel. Tapi ada juga yang pakai istilah plombir."

Editor : A. Nugroho
#kamus malangan #lingua #Franca #Plombir