Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jembatan Ambrol, Simpang Sulfat Utara Ditutup

A. Nugroho • Minggu, 12 Oktober 2025 | 18:02 WIB
AKSES TERPUTUS: Jalan Simpang Sulfat Utara ditutup selama dua bulan ke depan. Penutupan berlangsung sejak kemarin (11/10) setelah Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau lokasi
AKSES TERPUTUS: Jalan Simpang Sulfat Utara ditutup selama dua bulan ke depan. Penutupan berlangsung sejak kemarin (11/10) setelah Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau lokasi

MALANG KOTA – Imbas Jembatan Sonokembang ambruk pada Jumat lalu (10/10), Jalan Simpang Utara ditutup. Penutupan berlangsung sejak kemarin (11/10), setelah Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau lokasi. Rencananya, penutupan sampai dua bulan ke depan.

Jembatan sepanjang 12 meter dengan lebar 6 meter itu menghubungkan Jalan Simpang Sulfat Utara dengan Jalan Simpang LA Sucipto. Di kawasan tersebut banyak perumahan, beberapa sekolah, hingga rumah sakit (RS). Dengan demikian, warga yang biasanya melewati jalur tersebut harus berputar, sehingga jarak tempuh semakin jauh. Untuk kendaraan roda empat misalnya, terpaksa berputar melewati Jalan Sunandar Priyo Sudarmo

 Selama ditutup, pemkot melakukan perbaikan. Biaya perbaikan diprediksi akan menghabiskan Rp 1 miliar. Mengingat vitalnya jembatan tersebut, perbaikan tidak menunggu anggaran tahun depan. Tapi langsung tahun ini menggunakan pos Biaya Tidak Terduga (BTT). ”Keberadaan jembatan ini vital bagi aktivitas masyarakat, apalagi jelang natal dan tahun baru (nataru), tentu sangat dibutuhkan,” ujar Wahyu di sela meninjau kemarin.

Wahyu menjelaskan, jembatan tersebut memiliki dua struktur fondasi. Yaitu fondasi lama yang sudah ada berpuluh tahun lalu ditambah fondasi baru yang dibangun pada 1998. Sementara struktur yang ambrol Jumat lalu (10/10) termasuk fondasi baru.

Selain sambungan fondasi lama dan baru yang diduga kurang kuat, dia mengatakan, Jembatan Sonokembang juga menanggung banyak beban. Mulai kendaraan yang melebihi tonase hingga tumpukan sampah yang membebani struktur fondasi. Sedimentasi di jembatan itu juga cukup tinggi. “Ditambah hujan deras dan airnya langsung meluap, fondasi jembatan tergerus arus,” lanjut orang nomor satu di pemerintahan Kota Malang itu.

Di pihak lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto mengatakan, sebelumnya sudah ada laporan terkait struktur jembatan yang retak. Laporan disampaikan kelurahan setempat. Oleh karena itu, pihaknya akan mengalokasikan peremajaan jembatan tahun depan. ”Kemungkinan nanti juga ada pelebaran jembatan lagi, sekalian menambah akses untuk pejalan kaki,” ujar Dandung.

Mengenai perbaikan tahun ini, pihaknya akan mengkaji ulang struktur bangunan jembatan. Perbaikan ditargetkan selesai di pertengahan Desember depan. Selain Jembatan Sonokembang, dia melanjutkan, jembatan lain seperti Jembatan Brawijaya juga dijadwalkan peremajaan mulai tahun depan. (aff/dan)

Editor : A. Nugroho
#jembatan ambrol #ambruk #Ditutup #malang - kediri