KOTA MALANG - Kata ”bedu” populer di kalangan remaja pada 1980-an. Sering dipakai untuk berkomunikasi dalam bahasa keseharian. Kata bedu bermakna ”seri” alias tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah dalam suatu pertandingan.
Tidak diketahui asal mula kata tersebut dari mana. ”Sebelum tahun 1970-an itu masih banyak yang pakai. Cenderung di wilayah-wilayah non-perkotaan,” ujar Dosen Sejarah Universitas Negeri Malang (UM) M. Dwi Cahyono.
Istilah itu merujuk pada sebuah pertandingan olahraga untuk skor imbang. Bisa 0-0, 1-1, 2-2 dan seterusnya. Kata tersebut juga memiliki kata turunan yakni 'bedon', yang lebih mengarah pada skor seri 2-2 ke atas.
Pria kelahiran Tulungagung itu menduga, ”bedu” merupakan istilah lama dalam bahasa Jawa. Diucapkan pertama kali di wilayah Jawa Tengah. ”Kemudian menyebar, sampai waktu itu diucapkan banyak perantauan asal Jawa ke Jakarta atau wilayah lain," kata dia.
Sementara itu, sejarawan bahasa Malang Restu Respati menyebut bahwa bedu bermakna sama. ”Bedu merupakan lawan kata dari beda atau berbeda," ucap dia. Meskipun begitu, tidak semua orang mengetahui istilah tersebut. Selain itu, pada masa sekarang istilah itu terkesan sudah punah dari penggunaan warga sekarang. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho