MALANG - Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan literasi dan inklusi keuangan hingga ke pelosok desa, Pinjam Yuk berkolaborasi dengan Perangkat Desa Mangliawan yang diwakili oleh Kepala Desa Mangliawan, serta Koperasi Merah Putih Desa Mangliawan yang diwakili oleh Wakabid Usaha, dalam kegiatan Talkshow Literasi Keuangan bertajuk “Cerdas Atur Uang, Hindari Pinjol Ilegal.”
Acara yang berlangsung di Pendopo Gumuk Balingawan, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, program tahunan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong pemahaman keuangan masyarakat Indonesia.
Melalui sinergi antara Pinjam Yuk, Pemerintah Desa, dan Koperasi Merah Putih, kegiatan ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat pedesaan yang masih minim akses dan pengetahuan tentang layanan keuangan digital.
Edukasi Langsung, Santai, dan Dekat dengan Warga
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 warga Desa Mangliawan serta mahasiswa Politeknik Negeri Malang sebagai panitia dan moderator. Dalam suasana yang akrab dan ringan, para narasumber berbagi panduan praktis tentang:
- Cara mengatur keuangan rumah tangga dengan bijak,
- Cara membedakan pinjaman daring (legal) dan pinjol ilegal,
- Tips menggunakan aplikasi keuangan digital yang aman dan bertanggung jawab.
Tiga narasumber hadir dalam sesi talkshow, yaitu perwakilan Pinjam Yuk, Kepala Desa Mangliawan, dan Wakabid Usaha Koperasi Merah Putih Desa Mangliawan. Masing-masing membawakan sudut pandang yang berbeda: dari sisi regulator lokal, pelaku koperasi, dan pelaku industri fintech, sehingga materi terasa relevan dan mudah dipahami warga.
Cuan Inklusif Sampai Desa
Selain talkshow, peserta juga mengikuti mini workshop simulasi budgeting, belajar mencatat pengeluaran harian menggunakan cara sederhana. Suasana makin meriah dengan quiz literasi keuangan berhadiah bagi peserta yang bisa menjawab pertanyaan seputar keuangan dan pinjol legal.
Dengan mengusung tagline “Cuan Inklusif Sampai Desa”, acara ini menjadi bentuk nyata dukungan Pinjam Yuk terhadap program BIK 2025, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan hingga ke tingkat desa.
“Kami percaya, edukasi keuangan perlu dimulai dari masyarakat akar rumput. Dengan dukungan perangkat desa dan koperasi lokal, pesan tentang pinjaman legal dan bijak bisa tersampaikan dengan lebih efektif,” ujar Cindy Permatasari, Marketing Manager Pinjam Yuk.
Sinergi Lintas Pihak untuk Masyarakat
Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara Pinjam Yuk, Mahasiswa Politeknik Negeri Malang, Perangkat Desa Mangliawan, dan Koperasi Merah Putih Desa Mangliawan.
Kolaborasi lintas pihak ini menjadi contoh sinergi yang baik antara dunia pendidikan, pemerintah desa, dan pelaku industri fintech dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas finansial dan melek digital.
Suara dari Desa: Literasi Keuangan yang Benar-benar Dirasakan Manfaatnya
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, pembagian merchandise bagi peserta. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar cara mengatur keuangan dan mengenali layanan PINDAR (Pinjaman Daring) yang resmi dan berizin.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Warga jadi lebih paham cara mengelola keuangan dan berani memastikan dulu apakah layanan pinjaman itu resmi atau tidak. Kami juga senang karena diberi ruang untuk ikut menyosialisasikan peran Koperasi Merah Putih sebagai wadah ekonomi kerakyatan di desa kami. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Wakabid Usaha Koperasi Merah Putih Desa Mangliawan.
Sementara itu, Kepala Desa Mangliawan dalam kesempatan yang sama turut menyampaikan rasa terima kasih dan dukungannya, “Kami bangga bisa berkolaborasi bersama Pinjam Yuk dan Mahasiswa Politeknik Negeri Malang. Harapan kami, warga semakin melek literasi keuangan, makin bijak dalam mengelola uang, dan selalu memilih layanan keuangan yang legal dan terpercaya demi keamanan bersama.”
Melalui kegiatan ini, Pinjam Yuk bersama Koperasi Merah Putih dan Pemerintah Desa Mangliawan berharap semakin banyak masyarakat desa yang mampu mengelola keuangan dengan bijak, memanfaatkan teknologi secara aman, serta memahami pentingnya memilih layanan pinjaman berizin dan diawasi oleh OJK
Tentang Pinjam Yuk
Pinjam Yuk adalah platform peer-to-peer lending (P2P lending) berbasis aplikasi yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui teknologi digital, Pinjam Yuk memberikan akses pendanaan yang mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang membutuhkan solusi keuangan jangka pendek.
Produk Pinjam Yuk memungkinkan pengguna untuk:
- Mengajukan pinjaman tunai mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 15.300.000,
- Dengan tenor hingga 120 hari,
- Proses cepat dan tanpa agunan, cukup menggunakan KTP dan verifikasi data pribadi
- Dan tingkat bunga yang terjangkau sesuai ketentuan OJK