MALANG RAYA - Bus Trans Jatim resmi di-launching Pemprov Jatim, kemarin (20/11). Peluncuran itu berlangsung di Balai Kota Malang sekitar pukul 15.00. Ada 15 armada busa yang didatangkan. Jumlah itu lah yang beroperasi mulai hari pertama.
Bus-bus itu langsung dijalankan para sopir yang dulunya bekerja sebagai sopir angkot. Jika ditotal, ada 30 mantan sopir angkot yang dilibatkan untuk operasional Bus Trans Jatim. Mereka bertugas secara bergantian dalam 2 shift.
Ketua Serikat Sopir Indonesia (SSI) Kota Malang Stefanus Hari Wahyudi mengatakan ada 26 sopir angkot dari Kota Malang yang menjadi sopir Bus Trans Jatim. ”Antara lain sopir dari trayek AG, GA, MK, MM, serta GM,” terang dia. Sementara sopir angkot dari Kota Batu ada empat orang. Semula, ada tujuh sopir angkot dari Kota Batu yang mendaftar.
Namun jumlahnya menyusut karena beberapa sopir memutuskan untuk mundur. Sudarsono, salah satu sopir Bus Trans Jatim sengaja mendaftar karena ingin mengubah nasib. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir, pendapatannya sebagai sopir angkot terus menurun.
Setelah dinyatakan lolos seleksi, Sudarsono bersama 29 sopir lainnya menjalani serangkaian persiapan. Itu dilakukan dalam sepekan terakhir. Mulai dari pembekalan sampai coaching clinic. Selain sopir, tiga perusahaan otobus (PO) yang tergabung dalam konsorsium penyediaan Bus Trans Jatim juga memastikan kesiapan armada.
Salah satu karoseri yang membuat bus yakni PT Tentrem Sejahtera. Managing Director PT Tentrem Sejahtera Yohan Wahyudi menyampaikan, 15 Bus Trans Jatim kemarin sudah lolos uji coba. Seluruh fasilitas juga rampung dipasang. Seperti AC, kursi, handle grip, driver monitoring system, APAR, CCTV, camera AI, running text, videotron, dan kotak P3K.
”Kalau desain bus kami menggunakan konsep low deck (sejajar dengan tinggi trotoar), sehingga bisa diakses disabilitas. Lalu warna busnya biru,” kata Yohan. Lebih lanjut, 15 armada itu dinyatakan siap mengaspal di Malang Raya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur Nyono merinci, setiap tahun pihaknya mencatat ada hampir 6 juta penumpang yang menggunakan Bus Trans Jatim. Untuk bus yang mengaspal di Malang Raya, nanti bakal dimulai dari Terminal Tipe B Hamid Rusdi yang dikelola oleh Dishub Provinsi Jawa Timur. ”Kami ingin Terminal Hamid Rusdi bisa ramai kembali,” tutur dia.
Dari Terminal Hamid Rusdi, bus melaju dengan jarak tempuh 42 kilometer hingga ke Terminal Batu. Jika tidak macet, perjalanan ditempuh dalam 110 menit dan jarak antar-bus antara 15 sampai 20 menit. Selama itu, masing-masing bus akan berhenti di 62 lokasi pemberhentian. Baik lokasi pemberhentian berupa shelter maupun yang hanya rambu.
”Target kami, tingkat keterisian bus minimal 90 persen dari total kapasitas 35 orang,” tegas Nyono. Tarif bus sama dengan daerah lain. Yakni Rp 2.500 untuk pelajar dan Rp 5.000 untuk masyarakat umum (selengkapnya baca grafis). Namun dalam rangka peresmian, tarif bus digratiskan mulai 20 sampai 26 November mendatang.
Ditanya terkait koridor selanjutnya, Nyono menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu kondisi fiskal pemprov tahun 2026. Sebab, dari pantauan sementara, anggaran pemprov pada tahun depan bakal mengalami penurunan. ”Kami berharap mudah-mudahan bisa mengajukan di PAK 2026 karena ada potensi SiLPA dari APBD 2025,” imbuh dia.
Untuk koridor selanjutnya, disebut-sebut bakal mengarah ke barat dan timur. Mengarah ke kawasan Ngijo, Karangploso. Kemudian menuju Kecamatan Pakis dan harapannya bisa menyentuh Bandara Abdulrachman Saleh hingga ke Kecamatan Kepanjen.
Manajemen Trans Jatim dan Staf Pejabat Pembuat Komiten (PPK) Bidang Angkutan Jalan Dishub Jatim Cito Eko Yuli Saputro menambahkan, pihaknya akan rutin melakukan evaluasi. ”Evaluasi akan kami lakukan jika Bus Trans Jatim sudah berjalan selama 6 bulan sampai 1 tahun,” tambahnya.
Sementara itu, Manager Jatim Park Malang Titik Ariyanto menyampaikan bahwa Bus Trans Jatim bakal masuk ke tiga destinasi wisata. ”Meliputi Jatim Park 2, Batu Night Spectacular (BNS), dan Batu Ekonomis Park (BEP). Jadi nanti bus bisa dropping wisatawan,” ungkapnya. Selain tempat wisata, pemerintah berencana menyasar lembaga pendidikan seperti kampus.
Mulai Bahas Gaji Sopir untuk BTS Angkot
Seiring beroperasinya bus Trans Jatim, program Buy The Service (BTS) angkot di Kota Malang juga terus dimatangkan. Skema gaji untuk para sopir mulai digodok. Salah satu opsinya yakni penggajian lewat koperasi.
Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang Purwono Tjokro Darsono menjelaskan, dari pembahasan dengan pemkot, diketahui bila APBD tidak bisa langsung masuk ke kantong sopir. Karena itu, dana operasional untuk gaji sopir dana perawatan armada bakal diterima terlebih dahulu oleh koperasi angkot.
”Setelah biaya operasional dibayarkan ke koperasi. Baru nanti akan dibagi untuk gaji kepada masing-masing sopir yang terpilih menjadi BTS,” terang Purwono. Ditanya tentang kesiapan koperasi sebagai wadah sopir angkot, dia menyebut bila saat ini sudah lebih dari 50 persen.
Untuk mengakomodir 180 sopir yang dilibatkan dalam konsep BTS, dibutuhkan lima koperasi. Sejauh ini sudah ada tiga koperasi angkot yang masih aktif. Sisanya, bakal menggunakan koperasi yang mati suri. ”Kami tidak perlu membuat koperasi baru. Dua yang sebelumnya tidak aktif akan kembali beroperasi untuk program BTS,” jelas Purwono.
Seperti diberitakan sebelumnya, ada dua konsep BTS yang disiapkan pada 2026. Yang pertama sebagai feeder (kendaraan pengumpan) bus Trans Jatim. Berikutnya sebagai angkutan gratis untuk pelajar. Purwono, mengatakan, akan ada perbedaan gaji sopir di dua konsep itu.
Untuk feeder, sopir bakal digaji sesuai UMK Kota Malang, senilai Rp 3,5 juta. Sedangkan untuk angkutan pelajar, besaran gajinya masih dibahas lebih lanjut. ”Ada perbedaan gaji karena beban kerjanya beda. Kalau feeder beroperasi dari pagi sampai sore. Sedangkan angkutan pelajar hanya pagi dan sore saja,” papar Purwono.
Maksud beroperasi pagi dan sore adalah ketika jam berangkat dan pulang sekolah. Di luar waktu tersebut, sopir angkutan pelajar bisa mencari penumpang umum seperti biasanya. (mel/adk/by)
Editor : A. Nugroho