Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Apresiasi 40 Pahlawan Pendidikan di Malang Raya

Bayu Mulya Putra • Rabu, 31 Desember 2025 | 18:01 WIB
PAHLAWAN TANPA TANDA JASA: (1) Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, (2) Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya, (3) Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana, dan (4) Kepala Diskominfo Muhammad Nur
PAHLAWAN TANPA TANDA JASA: (1) Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, (2) Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya, (3) Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana, dan (4) Kepala Diskominfo Muhammad Nur

MALANG KOTA - Auditorium RRI Malang di Jalan Candi Panggung, Lowokwaru jadi saksi penganugerahan terhadap 40 pahlawan dari bidang pendidikan, kemarin (30/12). Dalam ajang Anugerah Pendidikan, hasil kolaborasi Jawa Pos Radar Malang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang itu, mereka mendapat apresiasi khusus. 

Anugerah Pendidikan itu menjadi simbol dan pengakuan pentingnya guru sebagai pilar pendidikan. Sebab, guru selama ini dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Gelar itu menggambarkan pentingnya peran guru untuk membentuk generasi emas di masa depan.

”Peran guru tak kalah pentingnya dengan pahlawan yang terjun ke medan perang,” ujar Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya. Perbedaan mendasarinya, para guru berperan di balik layar dalam membangun kesadaran dan mencerdaskan anak bangsa. Karena itu, usahanya sering tak terlihat oleh mata publik.

Penghargaan kemarin sebagai pembuktian bahwa guru layak diapresiasi. Ada dua kategori penghargaan yang diberikan. Yakni personal dan institusi. Kategori personal diberikan kepada guru dan para pengelola sekolah atas upayanya memajukan pendidikan lewat berbagai kegiatan yang inspiratif.

Sementara kategori institusi diberikan kepada lembaga sekolah yang terbukti melahirkan berbagai prestasi untuk memajukan dan mencapai tujuan pendidikan secara luas. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menuturkan, kemajuan pendidikan di wilayahnya tetap menjadi titik fokus pemerintah.

Untuk itu, salah satu dasa bakti semasa kepemimpinannya disajikan dalam jargon Ngalam Pinter. Suatu usaha mewujudkan kualitas pendidikan yang tinggi di Kota Malang.

”Penghargaan yang diberikan ini sekaligus bisa menjadi pemantik kesadaran untuk insan pendidikan agar lebih bersemangat dan berhati-hati,” ujar pria yang akrab disapa Pak Mbois itu. Kesadaran yang dimaksud yakni tanggung jawab besar dalam mendidik siswa.

Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana berharap event serupa bisa rutin digelar setiap tahun. Sebab, penghargaan itu bisa memacu semangat para insan pendidikan untuk terus berinovasi. Terutama dalam hal pendidikan yang menjadi fokus utamanya membangun anak bangsa. ”Kami harap mereka jadi memiliki standarisasi untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Salah satu penerima penghargaan yakni TK Al Azhar dan SMP Islam Al Azhar. Perwakilan sekolah itu menyebut bahwa apresiasi itu menjadi penguat untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik.

”Kami juga makin bersemangat menanamkan adab dan nilai-nilai Islam untuk peserta didik kami,” kata Humas IT YPI Al Azhar Jatim Niken Rooshany. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#jawa pos radar malang #Apresiasi #disdikbud #malang