Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Byak-Byuk, Istilah dari Tiruan Bunyi yang Alami Pergeseran Makna

Aditya Novrian • Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:50 WIB
ILLUSTRASI: ”Lek uripmu sek byak-byuk, ojok arep-arep oleh wanyik sing kinyis-kinyis,” (Freepik)
ILLUSTRASI: ”Lek uripmu sek byak-byuk, ojok arep-arep oleh wanyik sing kinyis-kinyis,” (Freepik)

RADAR MALANG - Istilah ini banyak dikenal lewat lagu campursari berjudul Prau Layar. Bagi warga Malang, istilah byak-byuk punya makna sendiri. Tidak menggambarkan bunyi kayuhan perahu seperti di lagu tersebut.

Kata tersebut lebih menggambarkan sesuatu yang tidak rapi. Dalam Kamus Besar Bahasa Jawa-Indonesia, dijelaskan bahwa byak-byuk adalah kata tiruan bunyi (onomatope). Menggambarkan suara berjatuhan atau berhamburan secara cepat dan dalam jumlah banyak.

Bagi warga di Jawa Timur dengan budaya Arekan, istilah itu juga bisa bermakna sesuatu yang terlihat tidak bagus. ”Mbuak byuk itu ungkapan untuk ketika seseorang melihat sesuatu yang sangat jelek atau kurang pantas,” kata Budayawan Malang Dwi Cahyono.

Istilah tersebut juga dapat menggambarkan kebiasaan seseorang yang tidak rapi. ”Misal meletakkan semua barang sembarangan atau duduk dan bersandar di mana saja tanpa melihat kondisi,” imbuh pemilik Yayasan Inggil tersebut. (biy/by)

Baca Juga: Kamus Bahasa Malangan: Taligoci, Istilah Lawas Permainan Layangan yang Mulai Jarang Dikenal

 

Disunting kembali oleh: Satya Eka Pangestu

Editor : Aditya Novrian
#sejarah #istilah kata #Malang raya kota malang