Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bupati Malang Targetkan 33 Kecamatan Punya Sekolah Unggulan

Aditya Novrian • Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:15 WIB

DEMI KUALITAS: Siswa-siswi SMPN 3 Kepanjen beraktivitas kemarin. Sekolah itu diharapkan menjadi Sekolah Unggulan.
DEMI KUALITAS: Siswa-siswi SMPN 3 Kepanjen beraktivitas kemarin. Sekolah itu diharapkan menjadi Sekolah Unggulan.

KEPANJEN – Bupati Malang H M. Sanusi menargetkan semua kecamatan di Bumi Kanjuruhan mempunyai sekolah unggulan. Setelah terbentuk 17 sekolah unggulan pada 2025 lalu, tahun ini menargetkan menyebar di 33 kecamatan.

”Saya ingin sekolah unggulan ada di 33 kecamatan. Supaya pendidikannya semakin bagus,” ucap Sanusi di Pendapa Agung Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.

Tahun lalu, dia menyebut, sudah membentuk 17 sekolah unggulan. Terdiri atas tujuh SD dan 10 SMP. Jenjang SD tersebar di tujuh kecamatan. Di antaranya SDN 2 Wandanpuro Bululawang, SDN 4 Panggungrejo Kepanjen, SDN 2 Donomulyo, SDN 1 Tawangsari Pujon, SDN 1 Pagentan Singosari, SDN 1 Tumpang, dan SDN 3 Turen.

Sedangkan jenjang SMP tersebar di sembilan kecamatan. Yakni SMPN 1 Bululawang, SMPN 1 Karangploso. SMPN 3 Kepanjen, SMPN 4 Kepanjen, SMPN 1 Ngantang, SMPN 1 Singosari, SMPN 2 Sumberpucung, SMPN 1 Tumpang, SMPN 1 Turen, dan SMPN 1 Wagir. “Untuk sekolah unggulan tersebut, yang punya nilai rata-rata 90 harus minimal 60-70 persen. Sekolah lainnya bisa di bawahnya,” ucap orang nomor satu di Pemkab Malang itu.

Dia mengatakan, salah satu tujuan dibentuknya sekolah unggulan adalah untuk meningkatkan mutu pelajar. Setidaknya untuk nilai empat mata pelajaran. Yakni matematika, IPA, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.

Baca Juga: Pemkab Malang Susun Rencana Strategis Sekolah Unggulan, Gandeng Kasek hingga Didampingi UM

Untuk mencapai target tersebut, dia menambahkan, sekolah harus memperbaiki sistem belajar mengajar. Utamanya meningkatkan kedisiplinan dan keaktifan siswa. Sehingga pembelajaran dapat bersifat dua arah. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler juga harus dikembangkan. “Siswa-siswi dari sekolah unggulan juga kami siapkan bisa masuk SMA/SMK unggulan. Seperti SMA Taruna Nusantara di Pagak,” ucap Sanusi.

Selain kemampuan akademis, lanjutnya, siswa-siswi dari sekolah unggulan juga harus menguasai empat kompetensi. Yakni religius, nasionalis, cerdas, dan kompetitif. Religius artinya siswa memiliki iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian makna nasionalisme adalah, siswa-siswi tidak terpengaruh ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Dia ingin mencetak siswa seperti prinsip dalam profil pelajar Pancasila. Selanjutnya, kecerdasan, baik akademik, spiritual, dan emosional. (yun/dan).

Editor : Aditya Novrian
#target #sekolah unggulan