MALANG – SMK NU Sunan Ampel (NUSA) Poncokusumo menjadi pelabuhan terakhir kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr (HC) H. Zulkifli Hasan SE MM, Selasa (24/2).
SMK yang sudah berdiri sejak 2006 ini, dipilih menjadi salah satu destinasi kunjungan di Kabupaten Malang. Hal ini karena SMK Nusa sudah mendapatkan program makan bergizi gratis (MBG), dan memiliki potensi ketahanab pangan yang luar biasa.
Kunjungan ini merupakan agenda sosialisasi kebijakan pangan dan makan bergizi gratis (MBG), serta edukasi ketahanan pangan dari pemerintah pusat. Tujuannya adalah memperkuat pemahaman generasi muda mengenai pentingnya ketahanan pangan dan pemenuhan gizi.
Hadir dalam kunjungan tersebut Menko Pangan Dr (HC) H. Zulkifli Hasan SE MM, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai SSTP MM, Kacabdin Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang Dwi Anggraeni SPd MPd, Ketua BP3 SMK NUSA Drs H. Abdul Mujib Syadzili MSi, dan Kepala SMK NUSA Imron Syahroni SPd MPd. Selan itu, hadir pula Forkopimda Kabupaten Malang, anggota DPR, seluruh guru dan siswa SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo.
Dalam kunjungan tersebut Menko Pangan menyatakan tentang arah kebijakan pangan nasional. Termasuk pentingnya pemenuhan gizi untuk Generasi Emas 2045.
“Kalian harus tahu, orang sukses tidak datang dari santai-santai. Peserta didik harus memiliki keberanian, mampu berpikir kritis, dan punya rasa ingin tahu yang tinggi,” tegas Zulkifli Hasan.
Zulkifli juga memuji, kedisiplinan, dan karakter yang dimiliki siswa SMK NUSA. Bahkan dalam kesempatan ini, menteri yang akrab disapa Zulhas tersebut juga memberikan 4 unit tablet kepada siswa SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo yang bisa menjawab pertanyaan yang diberikan.
Kepala SMK NUSA Imron Syahroni SPd MPd sangat berterima kasih atas kunjungan dan apresiasi Menko Pangan terhadap sekolahnya. “Kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dengan satuan pendidikan untuk mendukung kebijakan pangan nasional. Semoga kedepan bisa menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berkontribusi bagi masa depan Indonesia ke depannya,” tutupnya. (bes)
Editor : A. Nugroho