Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis Pertama dari Hadis Ke-11 tentang Pinjaman Ali yang Dibayar Kontan 50 Kali Lipat oleh Allah

A. Nugroho • Senin, 2 Maret 2026 | 16:00 WIB

 

Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis Pertama dari Hadis Ke-11 tentang Pinjaman Ali yang Dibayar Kontan 50 Kali Lipat oleh Allah
Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis Pertama dari Hadis Ke-11 tentang Pinjaman Ali yang Dibayar Kontan 50 Kali Lipat oleh Allah

MALANG - Hadis kesebelas dari kitab Al Mawaidhul Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar diambil berdasar riwayat Jafar bin Muhammad. Ia mengutip cerita ayahnya yang didapat dari kakeknya tentang Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
Ia menceritakan, suatu hari Ali pulang ke rumahnya usai berkunjung dari rumah Rasulullah SAW. Di rumahnya, selain sang istri, Fatimah binti Muhammad, ada pula Salman al Farisi.


Salman sedang mencerai-beraikan bulu-bulu domba (untuk dipintal Fatimah menjadi kain kasar alias shuf. Sedangkan Fatimah sedang memintal.


Baca Juga: Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 10 Kisah 3 tentang Orang Saleh yang Meninggal Dunia saat Dibacakan Ayat tentang Neraka


Kepada istrinya, Ali bertanya, “Adakah makanan yang bisa dimakan suamimu, wahai wanita mulia?"


“Demi Allah aku tak memiliki apa-apa. Tapi, ini ada enam dirham yang diberi Salman ketika aku memintal tadi. Sebenarnya aku ingin memberi makan untuk Hasan dan Husain (putra mereka, cucu kesayangan Nabi, red.),” jawab Fatimah.


Ali pun memintanya, “Wania yang mulia, berikanlah uang itu kepadaku.” Ia lalu keluar dengan maksud membeli makanan.


Namun, di tengah jalan Ali bertemu dengan seorang lelaki yang berkata, “Siapa gerangan yang mau mengutangi Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Memenuhi janji?”


Ali mendekati orang itu dan sertamerta memberikan semua uang yang hendak dibelikannya makanan. Lantas dia pulang tanpa membawa apa-apa sehingga disambut tangis Fatimah.


“Wahai wanita mulia, mengapa engkau menangis?,” tanya Ali.
“Wahai anak paman Rasulullah, engkau pulang tanpa membawa apa-apa.”
“Wahai wanita mulia, aku telah meminjamkannya kepada Allah,” jawab Ali.
“Baiklah kalau begitu,” sahut Fatimah.


Baca juga: Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 8 Kisah 1 tentang Malaikat yang Diperintahkan Membangun Kakbah di Bumi


Ali lalu keluar dengan maksud menemui Nabi. Tiba-tiba datang kepadanya seorang badui yang menuntun unta. “Abu Hasan (panggilan Ali yang merupakan ayah dari Hasan dan Husain), belilah unta ini,” katanya.


“Aku tidak punya uang,” jawab Ali.
“Gampang, uang kapan pun boleh,” kata orang itu lagi.
“Berapa kau jual?”
“Seratus dirham.”
“Baiklah, kubeli,” kata Ali.
Selang beberapa langkah, tiba-tiba muncul Badui lain. “Wahai Abu Hasan, kau jualkah unta itu?,” tanyanya.
“Mmm…… ya,” jawab Ali.
“Berapa?”
“…… Tiga ratus dirham.”
“Baiklah.” Orang itu lantas mengeluarkan uangnya untuk diserahkan kepada Ali. Selanjutnya pergi sambil membawa unta tersebut.


Ali kemudian pulang ke rumah, disambut senyum cerah Fatimah. “Apa yang kau bawa dapatkan, Abu Hasan?” tanyanya.
“Aku tadi membeli unta seratus dirham dengan bayar di belakang. Lalu kujual tiga ratus dirham kontan.”
“Setuju,” sahut Fatimah.


Baca juga: Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 6 Kisah 1 tentang Abu Bakar yang Bermimpi Memeluk Matahari dan Rembulan


Kemudian Ali pergi menghadap Nabi SAW di masjid. Ketika ia memasuki pintu masjid, Nabi melihatnya dan tersenyum. Setelah memberi salam kepada Nabi, Nabi menyapanya:
“Wahai Abu Hasan, kau yang akan memberi kabar aku atau aku yang akan memberimu kabar?”
“Panjenengan yang mestinya memberi kabar, ya Rasulullah,” jawab Ali.


Lalu Nabi bersabda, “Berbahagialah kau, ya Ali. Engkau telah meminjamkan enam dirham kepada Allah dan Allah memberimu tiga ratus dirham. Allan mengganti tiap dirham menjadi 50 dirham. Orang pertama yang datang kepadamu itu Jibril sedangkan yang kedua Israfil (dalam riwayat lain, yang pertama Jibril dan yang kedua Mikail).


Dari hadis yang berbalut kisah Ali ini kita bisa mendapatkan pelajaran tentang keutamaan berderma. Bahkan, berderma disebut sebagai pinjaman kepada Allah dan Allah pasti akan membayarnya bahkan dengan jumlah yang berlipat.


Wallahu Alam. (hid/diolah dari sejumlah terjemah kitab Al Mawaidhul Ushfuriyah)

Editor : A. Nugroho
#hadis #nabi #Ali #muhammad #kitab