MALANG KOTA - Masyarakat yang ingin bepergian dengan transportasi publik selama Lebaran tak perlu khawatir. Sebab, Bus Trans Jatim dipastikan tetap beroperasi seperti biasa. Bahkan selama dua hari Lebaran, tarif Bus Trans Jatim bakal digratiskan.
Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim Cito Eko Yuly Saputro mengatakan, penggratisan tarif bus dilakukan pada 21 dan 22 Maret.
”Itu berlaku untuk seluruh koridor, termasuk koridor Malang Raya,” kata dia, kemarin (13/3). Penggratisan tarif bus dilakukan atas arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Dishub Jatim Nyono.
Namun, penggratisan tidak berlaku untuk bus yang Luxury (Sidoarjo-Surabaya-Gresik). Selain itu, pada hari pertama Lebaran, jam operasional berubah. Jika biasanya dimulai pukul 05.00 sampai 22.00, nanti mundur pada pukul 10.00 sampai 21.00.
”Tujuannya untuk mengantisipasi adanya salat Idul Fitri yang biasanya digelar di jalan raya,” sambung Cito. Dia memperkirakan, pada awal-awal Lebaran, okupansi bus sedikit menurun. Sebab, masyarakat masih menikmati Lebaran di rumah.
”Dimungkinkan hari keempat Lebaran biasanya mulai naik lagi karena kunjungan ke tempat-tempat wisata mulai berlangsung,” sebut dia.
Koordinator Wilayah (Korwil) VIII Trans Jatim Malang Raya Ridwan A Hartawidjaja menambahkan, selama Lebaran pihaknya bakal mengoperasikan seluruh bus yang ada. Sebelumnya, yang beroperasi hanya 14 armada.
”Selama Lebaran, kami mengoperasikan 15 armada. Itu karena ada 1 armada cadangan,” terang Ridwan. Karena armada yang dioperasikan seluruhnya, nanti kehadiran seluruh personel, mulai dari sopir hingga pramu bakal dimaksimalkan.
Ridwan melanjutkan, untuk tarif gratis bisa langsung diakses melalui aplikasi. Jika pada waktu normal akan muncul nominal Rp 2.500 untuk pelajar dan Rp 5.000 untuk umum, nanti tarif bus bakal langsung Rp 0. (mel/by)
Editor : Aditya Novrian