Nasional Internasional Malang Raya Kriminal-Kasuistika Peristiwa Olahraga Wisata-Kuliner Ekonomi-Bisnis Opini Pendidikan Politik Sosok

Umat Hindu di Malang Siapkan 4 Ogoh-Ogoh

Mahmudan • 2026-03-16 09:59:02
NYEPI:
Beberapa warga
merampungkan
pembuatan
ogoh-ogoh di
Pura Luhur
Dwijawarsa,
Kedungkandang,
Kota Malang
kemarin (15/3).
Jumlahnya
sedikit dan
ukuran ogohogoh
menyusut
dibanding
perayaan tahun
sebelumnya.
NYEPI: Beberapa warga merampungkan pembuatan ogoh-ogoh di Pura Luhur Dwijawarsa, Kedungkandang, Kota Malang kemarin (15/3). Jumlahnya sedikit dan ukuran ogohogoh menyusut dibanding perayaan tahun sebelumnya.

MALANG KOTA – Menyambut Hari Raya Nyepi, umat Hindu di Malang raya menyiapkan ogoh-ogoh. Salah satu lokasi pembuatannya di Pura Luhur Dwijawarsa, Kedungkandang, Kota Malang. Kemarin (15/3), beberapa mahasiswa bersama sejumlah warga menyiapkan ogoh-ogoh untuk tawur kesanga.

Tawur kesanga 2026 akan berlangsung di Lapangan Rampal, lusa (19/3). Itu adalah ritual penyucian diri dan alam semesta yang dilaksanakan umat Hindu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara diselenggarakan dengan ogoh-ogoh.

”Kali ini, pembuatan ogoh-ogoh dipusatkan di Pura Luhur Dwijawarsa,” ujar Pemangku Pura Luhur Dwijawarsa Romo Mangku I Gusti Ngurah Susanta kemarin.

Baca Juga: Mendekati Hari Raya Nyepi, Umat Hindu Mulai Siapkan Ogoh-Ogoh di Wagir Kabupaten Malang

Berbeda dengan sebelumnya, ogoh-ogoh tahun ini dibuat lebih kecil. Jumlahnya juga sedikit. ”Perayaan tahun lalu ada delapan ogoh-ogoh dan ukurannya lebih tinggi. Sekarang kami buat sekitar 3 meter, sementara jumlahnya hanya empat ogoh-ogoh,” sambung Susanta.

Dua ogoh-ogoh yang dibuat di Pura Luhur Dwijawarsa. Kemudian dua lainnya berasal dari Pakisaji dan SMK Negeri 11 Kota Malang.

Salah satu ogoh-ogoh yang dibuat adalah Rudra Dursasana. Ini menggambarkan Sengkuni yang bijak, tapi lupa dengan angkara murka. Seluruh ogoh-ogoh yang dibuat memiliki filosofi masing-masing. 

Susanta menjelaskan, perubahan ukuran ogoh-ogoh karena pertimbangan kondisi. Tahun lalu, pelaksanaan tawur kesanga dengan delapan ogoh-ogoh membuat lalu lintas cukup padat. Selain itu, lanjutnya, ada beberapa ogoh-ogoh yang terlilit kabel. Atas beberapa pertimbangan tersebut, jumlah maupun ukuran ogoh-ogoh dikurangi.

Baca Juga: Kalangiwa hingga Durgandini Meriahkan Hari Raya Nyepi

Susanta melanjutkan, ogoh-ogoh yang dibuat juga menggunakan material yang lebih ringan agar mudah dibakar. "Hanya bawahnya saja menggunakan besi, sehingga lebih kuat," imbuh dia. 

Untuk pembuatan, pihaknya membutuhkan waktu dua pekan. Itu karena dibuat langsung oleh mahasiswa dan pasraman di sela-sela kegiatan sekolah. "Kalau yang buat orang-orang dewasa mungkin 3-4 hari. Namun kami tetap memberikan supervisi jika mereka mengalami kesulitan," tegasnya.

Selain tawur kesanga, dia mengatakan, juga ada rangkaian Nyepi lain. Di antaranya catur brata penyepian. Dalam catur brata penyepian, umat Hindu melakukan introspeksi terhadap diri, baik di rumah maupun pura. (mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#ogoh ogoh #hari raya nyepi #umat hindu #malang