ISTILAH ini cukup banyak digunakan untuk nama warung di sejumlah daerah.
Sesuai artinya, leko menggambar sesuatu yang nikmat untuk dikonsumsi.
Levelnya lebih tinggi dari kata ’enak’. Pengucapannya bisa menggunakan leko saja, atau ditambahi huruf ’h’ di belakangnya Istilah ini tak hanya populer di Malang Raya saja.
Di wilayah kebudayaan Jawa Arekan, kata leko juga banyak digunakan.
Seperti di Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan Gresik.
Menurut Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati, leko dalam Bahasa Jawa yang lebih umum memiliki dua makna.
”Kalau di Jawa Tengah itu leko digunakan untuk menggambarkan ucapan yang jorok. Sedangkan di Jawa Timur, maknanya lebih masuk ke lahapnya seseorang ketika makan,” kata dia.
Dia menambahkan, istilah leko juga dikenal di masyarakat Sunda.
Artinya kental.
Dalam Kamus Besar Jawa Indonesia (KBJI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, leko memiliki dua makna.
Yang pertama yakni sesuatu yang bercampur aduk.
Selanjutnya yakni sesuatu yang jorok.
Jorok dalam konteks pembicaraan beberapa orang. (biy/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana