Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kursi Mudik Gratis Masih Tersedia, Khusus dari Pemkot Malang dan Pemkot Batu

Fathoni Prakarsa Nanda • Rabu, 26 Maret 2025 | 17:29 WIB
Grafis kuota duduk yang tersedia untuk mudik
Grafis kuota duduk yang tersedia untuk mudik

MALANG KOTA – Program mudik gratis masih bisa dilaksanakan meski pemerintah melakukan efisiensi anggaran.

Pemkot Malang membuka kuota 600 kursi dan hingga kemarin (25/3) masih menyisakan 124 kursi.

Kota Batu menyediakan 200 kursi, hingga kemarin menyisakan 100 kursi.

Sedangkan Pemkab Malang menyediakan 350 kursi dan seluruhnya sudah dipesan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menuturkan, mudik gratis dibagi dua gelombang.

Pertama disediakan untuk 400 orang.

Kemudian ditambah lagi kuotanya sebanyak 200 orang.

Pada gelombang pertama, animo pendaftar mudik gratis sangat tinggi.

Tidak sampai dua jam pendaftaran, 400 kursi yang disediakan langsung ludes dipesan.

Karena itu, Pemkot Malang menambah kuota untuk gelombang kedua.

“kalau gelombang pertama bagi warga Malang Raya. Untuk gelombang kedua khusus KTP Kota Malang saja,” terang Jaya.

Setelah dibuka gelombang kedua, ternyata jumlah pendaftar tidak sebanyak gelombang pertama.

Hingga kemarin kursi bus untuk beberapa mudik gratis masih tersisa.

Paling banyak jurusan Banyuwangi via Jember yang masih menyisakan 35 kursi.

Kemudian jurusan Ponorogo tersisa 30 kursi, jurusan Banyuwangi via Situbondo tersisa 24 kursi, jurusan Sumenep masih ada 19 kursi, dan jurusan Tuban tersisa 4 kursi.

“Kami masih melakukan perpanjangan pendaftaran untuk program mudik gratis. Bisa langsung mendaftar melalui MPP (Mal Pelayanan Publik),” jelasnya.

Jaya menekankan bahwa program mudik gratis sangat memperhatikan keselamatan penumpang.

Pihaknya akan memastikan armada bus yang digunakan lolos uji ramp check.

“Nanti berangkat tanggal 27 Maret, serentak dari Balai Kota Malang,” imbuh Jaya.

Buka Kuota untuk Warga Lain

Sementara itu, animo pendafta mudik gratis dari Kota Batu tak setinggi di Kota Malang.

Tahun ini, Pemkot Batu menyediakan lima bus dengan total kuota 200 kursi.

Namun, yang sudah terisi baru separo saja dan masih ada 100 kursi kosong.

Karena itu, pemkot mempersilakan pemudik dari wilayah sekitar Batu untuk mendaftar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu Hendry Suseno mengungkapkan, pendaftar jurusan Batu-Probolinggo-Lumajang-Jember-Banyuwangi terdata paling banyak.

Jumlahnya sudah mencapai 34 orang. Disusul jurusan Batu-Surabaya-Bangkalan-Sampang-Sumenep-Pamekasan sebanyak 15 pendaftar.

Kemudian jurusan Batu-Madiun-Trenggalek-Ponorogo-Pacitan sudah terisi 15 pendaftar.

Sedangkan rute Batu-Nganjuk-Caruban-Ngawi terisi 24 pendaftar.

Untuk jurusan Batu-Gresik-Lamongan-Tuban baru terisi 12 pendaftar.

“Masing-masing bus memiliki kapasitas 40 kursi. Pendaftaran dibuka sampai 26 Maret 2025,” kata Hendry.

Dia menjelaskan, awalnya pemkot mengutamakan pemudik yang merupakan warga Batu.

Bahkan pendaftaran sempat direncanakan tutup pada 9 Maret lalu.

Karena hingga kini kuota belum terpenuhi, dishub melonggarkan persyaratan.

Yakni mempersilakan warga yang bukan orang Batu untuk mendaftar.

Termasuk warga dari Malang Raya.

“Karena mereka kan juga berkontribusi di sini. Juga ikut menyumbang retribusi maupun pajak di Kota Batu. Karena itu patut kita berikan reward,” jelasnya.

Pendaftaran bisa dilakukan secara online maupun secara langsung ke Kantor Dishub Kota Batu dengan membawa kartu identitas.

Apabila hingga akhir pendaftaran kuota tak penuh, bus tetap diberangkatkan, yakni pada 28 Maret 2025.

Dari titik keberangkatan di Kota Batu, kelima bus akan langsung menuju Gerbang Tol Songgoriti.

Rute tol dipilih karena dapat mempersingkat waktu tempuh.

Untuk memastikan kendaraan mudik gratis aman, Dishub Kota Batu juga berencana melaksanakan ramp check.

Mulai dari lampu, indikator-indikator pada dashboard, hingga kondisi roda.

“Kita cek juga kelengkapan alat pemadam kebakaran, pemecah kaca, serta safety belt,” ujarnya.

Tidak Ada Tambahan

Kondisi berbeda terjadi di Pemkab Malang.

Dari kuota yang disediakan sebanyak 350 kursi, seluruhnya sudah terbooking.

Pemkab Malang juga tidak menambah kuota dengan alasan keterbatasan dana.

Tahun ini Dishub Kabupaten Malang membuka layanan mudik gratis untuk lima tujuan.

Yakni: Sumenep (Madura), Ngawi lewat Nganjuk-Madiun, Pacitan lewat Trenggalek-Ponorogo, Banyuwangi via Probolinggo-Situbondo, serta Bondowoso lewat Probolinggo-Jember.

“Kami menyediakan 7 bus dengan kapasitas masingmasing 50 kursi,” kata Kabid Angkutan Dishub Kabupaten Malang Tri Hermanto.

Segala persiapan sudah dilakukan.

Termasuk melakukan ramp check bus mudik pada 24 Maret lalu.

Hasilnya semua armada sudah memenuhi persyaratan layak jalan.

Tri memastikan tidak ada lagi kuota yang tersisa.

Semuaya sudah dipesan sejak pendaftaran dibuka pada 5 – 7 Maret 2025.

Para pemudik gratis pun tinggal menunggu diberangkatkan dari Pendapa Agung Kabupaten Malang pada 27 Maret mendatang.

“Tahun ini tidak ada kuota tambahan. Harapannya tahun depan ada penambahan,” tandasnya.

Sebenarnya, mudik gratis tidak hanya diselenggarakan pemerintah daerah saja.

Beberapa instansi lain, seperti kepolisian dan pihak swasta juga ada yang menyelenggarakan program serupa.

Tapi dinas perhubungan tidak mengetahui jumlahnya.

“Mudik gratis yang diselenggarakan pihak swasta maupun instansi lain tidak memerlukan izin penyelenggaraan mudik ke Dishub,” kata dia.

Yang lebih penting adalah penerapan standar keselamatan tetap sama.

Yakni penyelenggara wajib memakai bus yang layak jalan.

Itu bisa diketahui dari hasil ramp check yang sebagai langkah persiapan. (adk/iza/biy/fat)

Editor : A. Nugroho
#mudik #batu #efisiensi anggaran #lebaran #kuota #malang #Pemkot #Pemerintah #gratis