Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mudik Selesai, Kenapa Rumah Terasa ‘Sepi Banget’?

Aditya Novrian • Sabtu, 5 April 2025 | 23:00 WIB
Ilustrasi (freepik)
Ilustrasi (freepik)

Malang - Lebaran selalu identik dengan keramaian. Rumah yang biasanya tenang mendadak berubah jadi tempat berkumpul keluarga besar, penuh dengan gelak tawa, suara anak-anak berlarian, hingga obrolan panjang di meja makan.

Tapi begitu mudik selesai, suasana mendadak berubah drastis. Rumah yang tadinya ramai kini terasa sunyi. Kenapa fenomena ini selalu terjadi setiap tahun?

Selama seminggu lebih, rumah yang tadinya hanya dihuni beberapa orang tiba-tiba penuh sesak. Ada yang datang dari luar kota, menginap, bahkan ada yang membawa anak kecil yang tidak bisa diam. Tapi setelah mereka pulang, suasana kembali seperti semula—terkadang malah terasa lebih sepi dari biasanya.

Bagi mereka yang tinggal sendiri atau hanya berdua dengan pasangan, perubahan ini bisa sangat terasa. Tidak ada lagi suara gaduh, meja makan kembali tertata rapi, dan kamar tamu kosong lagi.

Baca Juga: Dari Ramai ke Sepi: Kondisi Tempat Wisata Kota Batu Saat Bulan Ramadan

Suasana ini sering menimbulkan perasaan hampa, seolah ada yang hilang. Bahkan aroma khas Lebaran—bau ketupat, opor, dan kue kering—perlahan mulai menghilang, digantikan oleh udara rumah yang kembali seperti biasa.

Fenomena ini mirip dengan “after-party blues”, yaitu perasaan kosong setelah acara besar. Setelah berhari-hari penuh energi, tiba-tiba segalanya kembali sunyi. Otak masih terbiasa dengan suasana ramai, sehingga butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan kesunyian.

Tak jarang, orang yang baru saja ditinggal keluarga mudik merasa sedikit sedih atau kesepian. Bahkan ada yang mulai membuka galeri ponsel hanya untuk melihat foto-foto Lebaran dan mengenang kembali momen kebersamaan.

Beberapa orang bahkan mendadak lebih sering memutar ulang video-video pendek dari perayaan Lebaran, seolah ingin menghidupkan kembali suasana yang baru saja berlalu.

Baca Juga: Dewan Minta Pemkot Malang Adakan Event Khusus setelah Lebaran

Untuk mengatasi rasa sepi ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Menjaga komunikasi dengan keluarga bisa menjadi cara sederhana untuk tetap merasa terhubung.

Meski mereka sudah kembali ke rumah masing-masing, obrolan lewat WhatsApp atau video call bisa mengurangi rasa kehilangan. Bahkan, mengirim meme atau foto konyol dari momen Lebaran bisa jadi cara ringan untuk tetap menjaga kehangatan.

Selain itu, kembali ke rutinitas harian juga penting agar pikiran tetap sibuk dan tidak terjebak dalam suasana kosong. Jika masih merasa rindu, mengedit dan mengunggah foto-foto Lebaran bisa menjadi cara menyenangkan untuk mengenang momen-momen spesial. Beberapa orang juga mulai menyusun rencana kapan bisa bertemu lagi, entah saat liburan sekolah, acara keluarga, atau sekadar kunjungan singkat di akhir pekan.

Kesepian setelah Lebaran adalah hal yang wajar, tapi jangan biarkan itu berlarut terlalu lama. Justru, ini bisa jadi pengingat betapa berharganya waktu bersama keluarga. Lebaran boleh selesai, tapi kebersamaan tetap bisa dirasakan kapan saja, bahkan dalam hal-hal sederhana seperti sekadar bertukar kabar di grup keluarga atau saling berbagi cerita lewat telepon. (afh)

Editor : Aditya Novrian
#lebaran #Sepi #Rumah #usai