MALANG KOTA – Pelatihan yang dilakukan DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jawa Timur berjalan sukses. Bertajuk Apersi Training Center (ATC) kegiatan itu diikuti 700 peserta. Bertempat di Universitas Islam Malang, ATC dihadiri sejumlah tokoh penting di sektor perumahan dan pembiayaan nasional. Seperti Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait (ARA).
Ketua Umum Apersi Junaidi Abdillah, Sekretaris Jenderal Apersi Deddy Indra Setiawan, Ketua DPD Apersi Jawa Timur Makhrus Sholeh, Wakil Ketua Umum DPP Apersi Firman Budiman, Direktur Utama Pesona Kahuripan Group Angga Budi Kusuma, dan Komisaris BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.
Ketua DPD Apersi Jawa Timur Makhrus Sholeh mengatakan, ATC digelar untuk mengajarkan anggota menjadi pengembang yang berintegritas serta mampu menyelesaikan proyek yang sudah dibuat. Harapannya, mendorong para pengembang agar bisa memenuhi permintaan pasar.
Kurang maksimalkan dalam menyediakan permintaan pasar dirasa punya banyak dampak negatif. Salah satunya, penjualan rumah tersendat. Saat ini dari 15 unit, baru terpenuhi 50 persen.
”Kondisi penjualan cenderung melambat. Dengan demikian, para pengembang harus terus berinovasi,” paparnya kepada koran ini. Caranya dengan terus berusaha untuk kreatif. Tidak menyerah dengan tantangan yang dihadapi.
Melalui kegiatan ini, Apersi menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas para pengembang di Indonesia. Kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Kementerian PKP, BP Tapera, dan SMF, diharapkan dapat memperkuat ekosistem perumahan nasional yang lebih profesional, akuntabel, dan berkelanjutan. (mel/gp)
Editor : Galih R Prasetyo