Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

7 Film Indonesia Paling Sedih, Siapkan Tisu Sebelum Nonton!

A. Nugroho • Rabu, 6 Agustus 2025 | 20:28 WIB
MENGHARUKAN : Ketujuh film ini menghadirkan cerita yang menyedihkan dan menyentuh
MENGHARUKAN : Ketujuh film ini menghadirkan cerita yang menyedihkan dan menyentuh

RADAR MALANG – Menonton film sedih sering menjadi pilihan saat ingin meluapkan emosi atau merenung. Beberapa film Indonesia berhasil menyajikan kisah yang menyentuh tentang keluarga, trauma, dan perjuangan hidup yang penuh tantangan. Tujuh film berikut ini memiliki jalan cerita yang kuat dan menyedihkan, sehingga cocok ditonton saat ingin merasakan sisi emosional dari kehidupan.

 

1. My Annoying Brother (Versi Indonesia)

Film ini dibintangi oleh Angga Yunanda dan Vino G. Bastian, serta tersedia di Netflix. Ceritanya berfokus pada dua saudara, Kemal dan Jaya, yang memiliki hubungan penuh konflik. Kemal adalah seorang atlet judo nasional yang kehilangan penglihatannya karena cedera saat bertanding. Dalam kondisi tersebut, Jaya, kakaknya yang baru keluar dari penjara, kembali hadir dalam hidup Kemal.

Jaya memanfaatkan kondisi Kemal untuk mendapatkan keringanan hukumannya. Namun, kehadiran Jaya justru memperumit keadaan. Sinopsis film ini menampilkan dinamika hubungan kakak-beradik yang tidak akur, namun memiliki ikatan yang tidak bisa dipisahkan. Kisah ini mengangkat tentang keluarga, pengorbanan, dan penyembuhan dari luka masa lalu.

 

2. 1 Kakak 7 Ponakan

Disutradarai oleh Yandy Laurens dan dirilis pada 23 Januari 2025, film ini merupakan adaptasi dari sinetron tahun 1996 berjudul sama. Cerita berpusat pada Hendarmoko (diperankan Chicco Kurniawan), seorang arsitek muda yang mendadak menjadi orang tua tunggal bagi tujuh keponakannya setelah kakak-kakaknya meninggal dunia.

Hidupnya berubah drastis, terlebih saat muncul pilihan antara mengejar karier dan kehidupan cintanya, atau tetap merawat keponakan-keponakannya. Film berdurasi 2 jam 11 menit ini menampilkan konflik keluarga, tanggung jawab mendadak, dan pilihan sulit yang harus dihadapi seorang pria muda. Ceritanya menggambarkan tantangan dalam memilih antara mimpi pribadi dan komitmen keluarga.

 

3. Bolehkah Sekali Saja Kumenangis

Film ini tayang sejak 17 Oktober 2024 dan bisa disaksikan di Netflix. Kisahnya mengikuti Tari, seorang perempuan muda yang hidup dalam kekerasan rumah tangga. Setelah kakaknya pergi dari rumah, Tari tinggal bersama ibunya yang juga menjadi korban ayah mereka yang kasar. Hal ini menyebabkan Tari mengalami trauma sejak kecil.

Seiring bertambah usia, Tari tumbuh menjadi pribadi yang tertutup dan sulit mengekspresikan perasaannya. Ia kemudian bergabung dalam support group yang membahas kesehatan mental, di mana ia bertemu Baskara, pria yang juga memiliki masa lalu kelam. Film ini menampilkan bagaimana seseorang mencoba bangkit dari luka batin dan belajar untuk membuka diri di tengah rasa sakit yang dialaminya.

 

4. Miracle in Cell No. 7 (Versi Indonesia)

Film ini dirilis pada 8 September 2022 dan bisa ditonton melalui Netflix dan Vidio. Film ini bercerita tentang Dodo Rozak, seorang pria dengan keterbelakangan mental yang ingin menjadi ayah yang baik untuk anak perempuannya, Kartika. Meski Dodo bertingkah seperti anak-anak, kasih sayangnya pada Kartika sangat besar.

Menariknya, justru Kartika yang sering merawat ayahnya. Meskipun hidup sederhana, mereka bahagia. Film ini menyajikan hubungan ayah dan anak yang erat, serta perjuangan Dodo menghadapi dunia luar yang sering tidak memahami keterbatasannya. Kisah ini memperlihatkan bagaimana cinta orang tua tetap kuat meskipun dalam kondisi sulit.

 

5. Bila Esok Ibu Tiada

Film ini disutradarai oleh Rudi Soedjarwo dan tayang pada 14 November 2024. Diadaptasi dari novel karya Nagiga Nur Ayati, film ini bercerita tentang Rahmi, seorang ibu yang harus membesarkan empat anaknya sendirian setelah kepergian suaminya, Haryo. Saat anak-anaknya beranjak dewasa, mulai muncul konflik antar saudara.

Ranika, anak sulung, mengambil peran sebagai pemimpin keluarga. Namun, cara pendekatannya yang kaku menimbulkan ketegangan di antara saudara-saudaranya. Dalam sinopsisnya, film ini menekankan pentingnya kebersamaan dan kasih sayang dalam keluarga, serta harapan seorang ibu agar anak-anaknya bisa saling memahami dan mendukung sebelum terlambat.

 

6. Surat Kecil untuk Tuhan

Dirilis pada 7 Juli 2011 dan diangkat dari kisah nyata, film ini menceritakan tentang Angel dan Anton, dua kakak beradik yang hidup tanpa orang tua dan terpaksa menjadi pengemis jalanan. Suatu hari, Angel mengalami kecelakaan yang menyebabkan mereka terpisah dan tidak bertemu lagi.

Angel kemudian diadopsi dan tumbuh menjadi pengacara di Australia. Meski kehidupannya membaik, Angel tidak bisa melupakan masa lalunya. Ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan mencari kakaknya. Film ini menggambarkan pencarian keluarga, kerinduan masa kecil, dan harapan untuk bisa kembali bertemu orang tersayang.

 

7. Perayaan Mati Rasa

Film ini tayang perdana pada 29 Januari 2025 dan disutradarai oleh Umay Shahab. Kisahnya mengikuti Ian Antono, anak pertama yang merasa selalu dibandingkan dengan adiknya, Uta. Setelah kematian mendadak kedua orang tua mereka, Ian berusaha menekan perasaannya dan menjadi pribadi yang tertutup.

Di sisi lain, Uta yang bekerja sebagai podcaster menjadi satu-satunya anggota keluarga yang tersisa. Mereka kemudian mencoba memperbaiki hubungan sebagai saudara di tengah duka dan tekanan yang mereka alami. Film ini menunjukkan bagaimana dua saudara berjuang untuk saling memahami setelah kehilangan orang tua. (alf)

Editor : A. Nugroho
#sedih #indonesia #film